POJOKSATU.id - Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof Dr Fauzan, M.Pd, ke Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) pada Jumat (14/11/2025) menjadi momen yang begitu hangat.

Bukan sekadar agenda rutin, kunjungan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi langsung kepada salah satu dosen Unsrit, Nindy Gaby Sepang, M.Pd, yang dinilai inspiratif dan berprestasi lewat karya teknologinya yang berdampak bagi masyarakat.

Wamen menjelaskan, Program Dosen Berdampak merupakan inisiatif Kementerian Diktisaintek yang sejalan dengan semangat Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Resmi Diatur, Minimal Setara Honorer Lama atau UMR Daerah, Ini Penjelasannya

Lewat program ini, dosen didorong untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi warga, dunia pendidikan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan.

Di hadapan civitas akademika Unsrit, Nindy Gaby Sepang menerima penghargaan Dosen Berdampak yang merupakan kolaborasi antara Kemendiktisaintek dan Paragon Corp.

Penganugerahan ini dilakukan langsung oleh Wamen sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi Nindy dalam mengembangkan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.

Hadiah yang diberikan berupa satu unit Macbook, disusul perangkat pendukung lain sesuai kebutuhan Nindy untuk menunjang aktivitas Tridarma Perguruan Tinggi

Baca Juga: AI Canggih Buatan Mahasiswa UBSI Ini Mampu Deteksi Kesegaran Pare dengan Akurasi Hampir 95 Persen.

Sebuah dukungan nyata yang membuatnya semakin semangat mengabdi.

Dalam sambutannya, Nindy mengaku bersyukur atas kehormatan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya hanya berupaya menjalankan Tridarma: pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Saya tidak pernah mengharapkan apa pun yang lebih.

Baca Juga: Loh Serius? Jika RUU KUHAP Sah Bolehkan Sadap Orang Tanpa Izin Hakim Cuma Karena ‘Mendesak’?

Saya hanya ingin menerapkan inovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

Terlebih bagi masyarakat sasaran program Kosa Bangsa di daerah 3T di Pulau Tagulandang,” ujarnya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana kegiatan pengabdian yang ia lakukan berangkat dari kondisi pasca-erupsi Gunung Ruang. Desa Bahoy, wilayah mitra pengabdian mereka, mengalami kerusakan hingga 80–90 persen.

Dari situlah rangkaian inovasi Unsrit diterapkan untuk memulihkan dan membangun kembali kehidupan masyarakat dengan pendekatan teknologi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Terjawab! Apakah PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Gaji? Ini Rangkuman Data Lengkapnya

Nindy juga menuturkan kebahagiaannya ketika karya terkait program Kosa Bangsa meraih peringkat kedua dalam seminar khusus di Makassar.

Apalagi, kali ini penghargaan diberikan langsung oleh Wamen. “Ini benar-benar hadiah yang indah, terlebih saya baru saja berulang tahun,” katanya tersenyum.

Di lingkungan kampus, Nindy dikenal sebagai sosok yang tidak suka merepotkan orang lain. Ia mengatakan selalu berupaya bekerja dengan ketulusan.

“Saya melakukan semuanya dengan hati. Karena itu, apresiasi ini menjadi hadiah ulang tahun terindah bagi saya,” ungkapnya haru.

Baca Juga: Dr Rino Rakhmata Mukti Raih Habibie Prize 2025, Kiprah Riset Zeolit ITB Jadi Sorotan Dunia

Tak lupa, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengabdian ini.

“Karya ini bukan hanya hasil kerja saya. Saya menjalankan Tridharma bersama keluarga besar Unsrit.

Terima kasih kepada seluruh tim, termasuk Mner Aprildy Ferdinandus, Mem Priska Mawuntu, serta rekan-rekan dari Universitas Sebelas Maret,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Nindy mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus mengabdi bagi negeri.

Momen ini turut disaksikan Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumayar, Ketua YDBIT Kie Nio Runtuwene, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, para rektor, serta civitas akademika Unsrit.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Longsor Cilacap Hingga Senin, 13 Orang Meninggal Dunia, 10 Orang Masih Hilang

Ketulusan dan kerja nyata yang ditunjukkan Nindy hari itu menegaskan bahwa dampak terbesar sering lahir dari hati yang paling sederhana.

Semoga semakin banyak pengajar yang mengabdi dengan semangat yang sama. ***