POJOKSATU.ID – Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, mengecam keras aksi keji yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Anggota DPR RI dari Partai PDI-P ini menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang merenggut nyawa warga sipil tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah, apalagi terjadi di wilayah konflik seperti Papua.
Menurutnya, serangan brutal yang dilakukan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan, dan menewaskan sedikitnya 12 pendulang emas, harus dipandang sebagai pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dijamin dalam konstitusi dan hukum nasional.
Andreas menyatakan, “Kekerasan terhadap warga sipil, terlebih di daerah konflik, tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa.”
Baca Juga: Terima Kunjungan Gubernur Tomsk Rusia, Sultan Bahas Kerjasama di Bidang Riset hingga Sister City
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa peristiwa tragis ini menunjukkan pentingnya penegakan HAM di Papua dilakukan secara menyeluruh dan tidak setengah hati.
Pendekatan terhadap isu HAM di Papua memerlukan langkah komprehensif yang melibatkan berbagai aspek, mulai dari keamanan, sosial, hingga ekonomi, tambahnya.
Lelaki kelahiran Maumere, Nusa Tenggara Timur ini memberikan apresiasi kepada pemerintah dan aparat keamanan atas gerak cepat mereka dalam proses identifikasi serta evakuasi korban tragedi di Yahukimo.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa peristiwa ini harus menjadi refleksi serius bagi semua pihak.
“Tentunya berbagai upaya yang dilakukan aparat keamanan dan pemerintah patut diapresiasi, namun tragedi ini harus menjadi refleksi bersama bahwa perlindungan HAM di Papua memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Ia mendorong sinergi lintas sektor yang menggabungkan pendekatan keamanan, dialog damai, pemberdayaan ekonomi lokal, serta perlindungan hak-hak sipil warga Papua.
Negara wajib hadir secara menyeluruh untuk menjamin rasa aman dan damai di Papua, menurut pria yang meraih gelar doktoralnya di Universitas Justus Liebig Giessen, Jerman ini.
“Kejahatan yang dilakukan KKB tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi. Negara harus menjamin masyarakat di Papua bisa hidup dengan tenang dan damai yang menjadi hak mereka,” tegasnya.
Andreas menutup dengan menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi ini, menyoroti bahwa para korban hanyalah rakyat biasa yang sedang berjuang mencari penghidupan.***



