POJOKSATU.id - Presiden Joko Widodo secara resmi menunjuk Wakil Menteri Pertahanan, Muhammad Herindra, sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menggantikan Budi Gunawan.
Penunjukan ini tercantum dalam surat yang dikirim Presiden kepada pimpinan DPR RI terkait pengangkatan Kepala BIN baru dan pemberhentian Budi Gunawan.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah diterima, dan uji kelayakan serta kepatutan akan dilakukan keesokan harinya di DPR.
Sebelumnya Herindra menjadi salah satu tokoh yang diundang ke rumah Presiden Terpilih Prabowo Subianto di kawasan Kartanegara IV, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).
Para tokoh yang diundang ke rumah Prabowo disebut akan mengisi pos pada kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Herindra lalu ditetapkan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Herindra, yang lahir di Magelang pada 30 November 1964, adalah purnawirawan TNI berpangkat Letnan Jenderal. Ia berasal dari latar belakang militer, mengikuti jejak ayahnya, Letkol Inf (Purn) Drs. Hudaya.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, ia melanjutkan ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang, tempat ia meraih predikat lulusan terbaik pada 1987 dan menerima penghargaan Adhi Makayasa serta Tri Sakti Wiratama. Karier militernya dimulai di kecabangan infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sepanjang kariernya, Herindra telah menduduki sejumlah posisi strategis. Ia menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus pada 2013-2015, Kasdam III/Siliwangi pada 2015, dan Danjen Kopassus pada 2016.
Jabatan penting lainnya termasuk Pangdam III/Siliwangi pada 2016-2017, Inspektur Jenderal (Irjen) TNI dari 2018 hingga 2020, serta Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada 2020.
Setelah itu, ia ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan, mendampingi Prabowo Subianto, hingga 2024. Sebelum akhirnya kini ditunjuk menjadi Kepala BIN di masa pemerintahan Prabowo Gibran.
Herindra memiliki latar belakang pendidikan militer yang sangat beragam, termasuk studi di The Military College of Vermont-Norwich University dan National Defense University, Amerika Serikat.
Selain itu, ia telah mengikuti berbagai pelatihan khusus seperti Free Fall, Suslapa I & II, Seskoad, dan Lemhannas, yang turut mendukung pencapaiannya di dunia militer.
Pengalaman dan prestasinya telah membawa Herindra menerima berbagai tanda kehormatan, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, serta Royal Order of Sahametrei (Knight) dari Kamboja.
Ia juga memperoleh berbagai brevet, antara lain Brevet Komando Kopassus, Brevet Freefall, dan Brevet Parachutist Thailand, sebagai bukti pengakuan atas kompetensi dan kontribusinya.
Kariernya yang cemerlang dimulai sebagai Danrem 101/Antasari pada 2012, sebelum kemudian menjabat Wadanjen Kopassus pada 2013. Setelah itu, ia dirotasi ke berbagai posisi penting lainnya seperti Kasdam III/Siliwangi pada 2015, Danjen Kopassus pada tahun yang sama, dan Pangdam III/Siliwangi setahun berikutnya.
Pengalaman beragam inilah yang kemudian membawanya mengisi peran strategis di Markas Besar TNI hingga akhirnya dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan menjadi Kepala BIN.
Dengan latar belakang dan rekam jejak itu, Muhammad Herindra kini siap mengemban tugas baru sebagai Kepala BIN, menghadirkan perspektif militer dalam meningkatkan keamanan dan intelijen negara. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




