POJOKSATU.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, angkat bicara tegas terkait video viral YouTuber bernama Resbob yang dianggap menghina suku Sunda dan kelompok suporter Persib Bandung.
Unggahan tersebut memicu kemarahan publik, terutama masyarakat Jabar, karena dinilai mengandung unsur SARA dan berpotensi memecah belah bangsa.
Erwan yang juga berasal dari suku Sunda mengaku sangat tersinggung dan tidak bisa menerima pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa apa yang diucapkan pemilik akun Resbob bukan hanya penghinaan biasa, tetapi serangan langsung terhadap identitas budaya Sunda.
“Saya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan sangat marah,” ujarnya pada Kamis (11/12/2025). Dilansir dari jabodetabek24info
Menurutnya, tindakan tersebut sudah jelas mengarah pada ujaran kebencian berbasis suku dan tidak boleh dibiarkan.
Baca Juga: Program Studi Ilmu Gizi Lagi Naik Daun, Ini Keahlian dan Tempat Kuliah yang Bisa Jadi Pilihan
Erwan mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak cepat menangkap pembuat konten tersebut dan memprosesnya sesuai hukum.
“Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut karena ini sudah SARA dan bisa memecah belah bangsa,” tegasnya.
Erwan menilai ucapan YouTuber itu tidak hanya menyerang suku Sunda, tetapi juga memicu ketegangan antar suporter sepak bola, terutama Bobotoh.
Baca Juga: Siapa Sabar Karyaman? Pemain Non-Pelatnas yang Bikin Malaysia Ketar-Ketir di Final SEA Games 2025
Ia mengingatkan bahwa konflik berbasis sentimen suku maupun suporter sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.
Meskipun marah, Erwan tetap mengimbau warga Jawa Barat agar tidak membalas hinaan tersebut dengan tindakan serupa.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan terhadap oknum, bukan sukunya. “Namun jangan dendam kepada sukunya, karena tidak semua sama. Fokus pada oknum tersebut,” ucap Erwan.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk menyelesaikan kasus ini.
Penegakan hukum dianggap penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah tindakan provokatif lain yang merusak persatuan bangsa.
“Saya yakin kepolisian akan segera menangkap dan memproses hukum agar ada efek jera sehingga tidak ada lagi yang menghina suku apa pun Sunda, Jawa, Batak, dan lainnya,” kata Erwan.
Baca Juga: Gibran Murka! Serukan Kasus Mobil MBG Penghantam Siswa Diusut Tuntas
Lebih jauh, Erwan mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun atas keberagaman.
Siapa pun yang mencoba memecah belah SARA di ruang publik, apalagi lewat platform digital, harus ditindak tegas.
“Kita saling menghormati sebagai sesama warga NKRI,” tegasnya menutup pernyataan.
Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial. Berbagai komunitas Sunda dan kelompok suporter bola turut mendesak aparat segera memburu pemilik akun Resbob.
Warganet pun mulai mengumpulkan bukti dan melaporkannya ke pihak berwajib.
Dengan tekanan publik dan sikap tegas pemerintah daerah, proses hukum terhadap pelaku ujaran kebencian tersebut diperkirakan akan berjalan cepat.
Masyarakat kini menunggu langkah resmi kepolisian dalam merespons laporan tersebut.***




