POJOKSATU.ID – Belakangan, insiden tindak kekerasan di ruang lingkup SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten kian ramai disorot publik.
Hal ini terjadi usai Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria baru saja dinonaktifkan dari jabatannya.
Dikarenakan, dirinya dinilai bertindak amoral usai tampar siswa, ILP (17) yang ketahuan merokok di ruang lingkup sekolah.
Baca Juga: PPG Calon Guru 2025: Biaya Kuliah Dua Semester Rp17 Juta Ditanggung Pemerintah
Insiden inipun turut ditanggapi langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Friska Melati.
Dalam unggahannya, Wagub Banten itu menuturkan bahwa Kepsek SMAN 1 Cimarga tersebut tidak layak menjadi seorang pimpinan sekolah.
Sebab, akibat tindakannya, suasana di lingkungan SMAN 1 Cimarga menjadi tidak kondusif seperti sebelumnya.
“Kalau tidak bisa membuat nyaman, tentrem, damai, membuat kondusif, berarti kepala sekolahnya gak beres,” ucapnya.
“Saya minta segera dinonaktifkan, nonaktifkan segera nih, sekarang nonaktif! Tidak boleh tawar-tawar lagi,” lanjutnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap 24 Bidang Studi PPG Calon Guru 2025 sesuai Proyeksi Kebutuhan Nasional
Tidak heran, tanggapan Dimyati terkait penonaktifan Kepsek SMAN 1 Cimarga tersebut sontak dikecam publik.
Mereka menilai bahwa pernyataan Wagub Banten tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.
Sebab, tindakan Dini yang mendidik murid agar menjadi lebih baik justru berakhir dikriminalisasi.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis dalam Rapat Paripurna ke-39 Tahun 2025
“Guru yg memberikan teguran dilingkungan sekolah adalah tugasnya guru, terkait apapun bentuk teguran itu selama anak itu tidak cacat dan berdarah-darah,” cuit @Kas$#!.
“Pejabat Banten lucu ya. Emang di Banten udah ada ijin anak sekolah merokok di sekolahan ya,” ketik @Bay$#!.
“Tau gak sih dia inti masalah ibuk kepsek ini marah kenapa! Aneh main langsung nonaktifkan aja!,” cuitan @Liz$#!. ***



