POJOKSATU.id, SOLOK— Wakil Bupati (Wabup) Solok, Candra, mengungkap, dua orang warganya masih hilang usai banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Gunung Talang, Solok, Senin malam (21/9).
Selain kawasan pemukiman, banjir bandang atau galodo juga menerjang kawasan perkantoran Pemkab Solok. Selain dua korban hilang, sebanyak empat warga mengalami luka-luka.
"Tim masih bekerja di lapangan. Ada tiga tim dan melakukan penelusuran," ujar Candra saat dihubungi wartawan, Selasa (22/9).
Korban luka telah dievakuasi dan dilarikan ke Semen Padang Hospital di Kota Padang dan dirawat di RSUD Arosuka Solok. Mereka mendapat penanganan medis.
Baca Juga: Bukan Cuma Pengganti Kopi, Hanjeli Sukabumi Disiapkan Jadi Produk Unggulan Bernilai Jual
"Untuk pembersihan material masih dilakukan dengan mengerahkan alat berat," ungkapnya.
Candra mengungkapkan, jalan nasional dan provinsi penghubung Padang-Solok saat ini sudah bisa dilalui.
"Ada beberapa kendaraan ditemukan tertimbun material. Empat truk, mobil boks ekspedisi serta minibus," jelasnya.
Pendataan dampak banjir bandang ini masih terus dilakukan. Sejumlah kantor pemerintahan terdampak rusak. Begitu pun dengan rumah-rumah warga.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang Solok Dirujuk ke Padang, Sebagian Dirawat di RSUD Arosuka
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan, tiga korban luka menjalani perawatan intensif di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit Semen Padang atau SPH.
"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," ungkap Khairul, melansir Antara, Selasa, 22 September 2026.
Selain korban luka, BPBD Kabupaten Solok mencatat terdapat sembilan Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat banjir bandang.
Khairul menyebutkan, para pengungsi telah ditempatkan di dua lokasi aman yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Kerugian material akibat banjir bandang ini juga cukup signifikan. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak.
Terjangan air bah dan lumpur juga merusak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor di lokasi kejadian.***




