POJOKSULSEL, GOWA - Dua kalimat penting diingat dan diamalkan jika ada warga atau keluarga seagama yang meninggal, yakni kalimat istirjaa dan zikir pengantar jenazah.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Saiful Arif mengemukakan hal itu sebagai pengantar ceramah singkatnya dalam prosesi pemakaman Hj. Syarifah Fatimah, putri pendiri Persyarikatan Muhammadiyah di Selayar, KH. Hayyung, di Pekuburan warga Selayar Pa'gentungan, Sabtu (29/4/2023) siang.

Jenazah Hj. Syarifah Fatimah disalatkan di Masjid Nurul Mujaddid, BTN Pao Pao Permai Blok C14 nomot 9.

Saiful Arif menjelaskan bahwa kalimat innalillaahi wa innailaihi rajiun di dalam agama Islam dikenal dengan istilah kalimat istirja. Istirja berasal dari kata dasar raja'a yang artinya kembali.

Kalimat istirja' bermakna ganda, yakni yang pertama menyabarkan keluarga, karena semua yang meninggal sesungguhnya kembali, bukan pergi. Kembali ke pemiliknya yang hakiki, sejati dan abadi, yakni Allah SWT.

"Makna kedua adalah menyadarkan kita semua, bahwa pada saatnya, kita juga akan kembali, nanti kita juga yang akan mendapat giliran untuk dimandikan, dikafani, disalatkan dan dikebumikan. Maka mari kita terus menambah bekal, dan mengurangi beban. Bekal adalah pahala, beban adalah dosa," ungkap Saiful Arif.

Sementara itu, kata Saiful Arif, zikir pengantar jenazah adalah minha khalaqnakum, wa fiha nu'idukum, wa minha nukhrijukum tharatan ukhra, yang artinya dari sana (tanah) kami ciptakam kamu, kepada tanah kami akan kembalikan kamu, dan dari tanah kami akan keluarkan kamu). Hal ini tercantum dalam Alquran Surah Thaha (20) ayat 55.

Wabup Saiful Arif saat melayat, mengikuti salat jenazah, dan memberikan ceramah singkat dalam pemakaman, menggunakan pakaian serba putih, karena baru saja mengikuti upacara peringatan HUT Otonomi Daerah ke 27, bertema "Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul".

Atas nama Keluarga Besar Almarhumah, Wabup menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemakaman almarhumah, dengan harapan semuanya bernilai ibadah dan mendapatkan imbalan pahala berlipat ganda.

"Kami juga berharap kiranya urusan utang dan pinjaman agar diputuskan dengan almarhumah, dan dapat dialihkan kepada ahli warisnya," katanya.

Mengakhiri ceramah singkatnya, Wabup menyampaikan informasi, bahwa acara takziyah akan dilaksanakan di rumah duka, mulai Ahad malam.

(*/pojoksulsel)