POJOKSATU.id - Kekhawatiran publik terhadap virus Nipah kembali melonjak setelah India melaporkan kasus baru di wilayah West Bengal.

Dengan tingkat kematian yang bisa mencapai 70 persen.

Para pakar kesehatan dunia mengingatkan bahwa langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kasus terdeteksi di Indonesia.

Baca Juga: Ngeri! Tingkat Kematian Bisa 70 Persen! Virus Nipah Jadi Sorotan Dunia Setelah India Darurat

Dikutip POJOKSATU.id dari laporan Washington Post, virus Nipah dapat menular melalui kontak dengan hewan pembawa seperti kelelawar buah atau babi.

Serta konsumsi makanan yang terkontaminasi cairan hewan tersebut.

Karena itu, kebersihan makanan menjadi garis pertahanan pertama.

Baca Juga: Ngeri! Tingkat Kematian Bisa 70 Persen! Virus Nipah Jadi Sorotan Dunia Setelah India Darurat

WHO menegaskan bahwa mencuci buah dengan bersih, mengupas kulitnya, dan memastikan tidak ada bekas gigitan hewan dapat secara signifikan menurunkan risiko.

Pencegahan berikutnya adalah menghindari konsumsi produk mentah yang rentan terkontaminasi.

Beberapa wabah di Bangladesh terjadi akibat konsumsi sari kurma mentah yang sebelumnya terpapar kelelawar.

Baca Juga: ADUH GAWAT! India Darurat Virus Nipah, Indonesia Siaga! Menkes Tegaskan Belum Ada Kasus, Tapi Risiko dari Buah Jadi Sorotan

Masyarakat diimbau memastikan semua makanan dimasak hingga matang.

Selain itu, pencegahan juga berlaku pada lingkungan tempat tinggal.

Rumah yang dekat area kebun atau pepohonan sebaiknya memastikan buah-buahan tidak dibiarkan terbuka.

Hindari menjemur makanan di area yang berpotensi dilintasi kelelawar.

Dikutip POJOKSATU.id dari DetikHealth, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan kewaspadaan khusus bagi masyarakat yang hendak bepergian ke negara terdampak.

Baca Juga: Ngeri! Tingkat Kematian Bisa 70 Persen! Virus Nipah Jadi Sorotan Dunia Setelah India Darurat

“Kalau bisa kalau mau travel ke Asia Selatan, India atau Bangladesh itu pakai masker,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah mitigasi.

“Tapi kita sudah mempersiapkan, sudah sosialisasi, dan kita sudah siapin reagen PCR-nya. Sama kayak virus, tesnya pake PCR.”

Meski belum ada kasus Nipah di Indonesia, pakar menekankan bahwa perilaku preventif akan sangat menentukan.

Baca Juga: Viral! Aksi Koboi Oknum Kades di Padanglawas Utara, Dugaan Dipicu karena Sengketa Lahan

Mulai dari menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan hewan liar, hingga memastikan asupan makanan aman tetap menjadi cara paling efektif mengurangi risiko.***