POJOKSATU.id, MEDAN— Seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara, mengaku menjadi korban penculikan diduga dilakukan oknum TNI.

Dari dua video yang beredar di media sosial, korban terlihat duduk di sebuah kafe, lalu tak lama kemudian didatangi dua orang pria berbadan tegap diduga oknum TNI.

Sementara pada video satu lagi, korban diapit dua pria berseragam mirip TNI dan memberikan klarifikasi atas suatu peristiwa atau kejadian.

Video viral aksi penculikan dan pernyataan klarifikasi ini viral di Instagram, salah satunya diunggah akun @fakta.beriita seperti dilihat Minggu (17/5).

Baca Juga: New Rhun

“Wartawan inisial SP diduga diculik dua oknum TNI berbadan tegap dari sebuah kafe. Video CCTV dugaan penculikan itu beredar luas di kalangan jurnalis dan viral di media sosial,” ujar akun ini dalam keterangan videonya.

Dari akun @fakta.beriita ini juga diketahui korban merupakan wartawan di media online ‘metroinvestigasinews.com’.

Korban Beri Penjelasan

Peristiwa penculikan kepada wartawan media online ini disebut terjadi di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Sidorejo Hilir, Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban bernama Sigit Pramono, wartawan media Metro Investigasi, menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya.

Ia mengatakan kejadian bermula saat dirinya dihubungi seorang oknum wartawan yang mengajaknya bertemu di Kafe DWS Tembung.

“Saya sedang membawa mobil rental dari luar kota, lalu ditelepon salah satu oknum wartawan dan diajak ketemuan. Saya sampai sekitar pukul 21.00 WIB, duduk sambil pesan kopi dan cas handphone,” ujar Sigit seperti dilansir TribunMedan, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Profil Pratu Ferischal yang Tewas di Kafe Panhead Baru Pulang Tugas dari Papua, Status Lajang

Tak lama kemudian, dua pria berpakaian preman mendatanginya. Dimana satu pria merampas ponsel miliknya lalu tangannya dipelintir ke belakang.

“Lalu pemilik warung kopi bertanya, ‘Bang, masalah apa? Judi online ya?’ Saya jawab, ‘Bukan, ini soal minyak kondensat di Langkat,’” katanya.

Setelah itu, Sigit mengaku dibawa menggunakan mobil Toyota Innova Reborn warna hitam.

Di dalam mobil, ia mengaku mendapat tekanan psikologis dari kedua pria tersebut.

Selanjutnya, Sigit dibawa ke sebuah warung kopi di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung.

Baca Juga: Barang-barang Buatan China Dibuang Delegasi Amerika, Tak Diizinkan Masuk Pesawat Air Force One

Di lokasi itu, ia mengaku dipaksa membuat video klarifikasi.

Namun, video pertama disebut tidak memuaskan sehingga dirinya diminta mengulang rekaman klarifikasi kedua. Lalu dia diajak mencari tempat tertutup.

“Sempat mau ke Starbucks, tapi sudah tutup sekitar pukul 23.00 WIB. Akhirnya kami ke kafe lain di depan gedung serbaguna. Di situ saya dites dan disuruh buat video klarifikasi lagi,” ujarnya.

Dalam video tersebut, Sigit diminta menyatakan tidak ada keterlibatan oknum TNI dalam kasus yang sedang diliputnya.

“Saya bilang kan sudah ada video klarifikasi di mobil. Tapi mereka bilang tidak masuk. Saya dipanggil lagi dan diminta membuat video bahwa tidak ada oknum TNI, padahal diduga memang ada,” tuturnya.

Meski mengaku tidak mengalami kekerasan fisik, Sigit mengatakan dirinya mengalami trauma dan ketakutan atas kejadian itu.

“Kalau dianiaya tidak ada, tapi saya diperlakukan seperti diinterogasi. Ditanya, ‘Kau wartawan? Sudah berapa tahun? Kau enggak ada konfirmasi?’ Sampai saya ketakutan dan trauma. Sekarang keluar rumah pun selalu lihat kanan kiri,” ungkapnya.

Sigit juga mengaku keberatan lantaran video dirinya bersama dua pria di dalam mobil viral di media sosial TikTok.***