POJOKSATU.ID - Seorang warga Jakarta bernama Fritz Alor Boy meluapkan kekesalannya setelah dimintai uang parkir sebesar Rp4 ribu saat mobilnya berhenti kurang dari lima menit di kawasan Polda Metro Jaya.

Peristiwa itu langsung memicu protes darinya karena ia merasa pungutan tersebut tidak masuk akal dan memberatkan masyarakat kecil.

Fritz mengungkapkan bahwa dirinya hanya menurunkan penumpang dan tidak bermaksud parkir lama.

Baca Juga: Kemendikdasmen Gelar Apresiasi Video Inspiratif 2025, Dorong Wajib Belajar 13 Tahun, Tangani Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah

Namun belum genap lima menit mobilnya berhenti, seorang tukang parkir langsung mendatangi dan meminta uang parkir sebesar Rp4 ribu.

Hal itu membuatnya terkejut sekaligus geram. Ia menilai tindakan tersebut justru menambah beban warga, apalagi bagi yang sekadar melintas atau berhenti sebentar.

Menurut Fritz, praktik pungutan parkir semacam itu tidak seharusnya terjadi, terlebih di kawasan institusi penegak hukum seperti Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Kapan Cair? Tambahan 100 Persen TPG THR dan Gaji 13 Dipastikan Mengalir Bertahap Mulai Desember

Ia menilai keberadaan parkir liar maupun pungutan yang tidak jelas berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap pelayanan yang seharusnya tertib dan transparan.

Dalam video yang beredar, Fritz terdengar mengatakan bahwa pungutan parkir semacam itu hanya membuat rakyat kecil semakin tertekan.

Ia berharap pihak berwenang turun tangan menertibkan praktik parkir liar di area tersebut agar tidak menimbulkan keresahan lebih besar.

Baca Juga: Jalur Khusus OSIS Bisa Masuk Jurusan Kedokteran di Kampus Ini, Golden Ticket Tanpa Tes Tulis, Begini Syaratnya

“Ini menyengsarakan rakyat namanya, Pak. Baru sebentar sudah diminta bayar,” keluh Fritz sambil merekam kejadian tersebut. dikutip pojoksatu.id dari Instagra

Ia juga mendesak agar praktik parkir tanpa aturan jelas dihapus, terutama di area yang seharusnya bebas dari pungli.

Menurutnya, keberadaan petugas parkir tidak resmi di lokasi yang sangat sensitif seperti kompleks Polda Metro Jaya perlu diperhatikan secara serius.

Baca Juga: Kabar Gembira! Ratusan Daerah Sudah Ditetapkan Masuk Skema Tambahan 1 Kali TPG

Keluhan Fritz mendapat respons dari warganet yang ikut menyoroti maraknya praktik parkir liar di sejumlah kawasan Jakarta.

Banyak yang mengaku memiliki pengalaman serupa, di mana mereka dimintai uang parkir meski hanya berhenti sebentar atau bahkan hanya menurunkan penumpang.

Kondisi ini dinilai sudah berlangsung lama dan sulit diberantas tanpa tindakan tegas dari aparat.

Baca Juga: Viral Dirut Tirta Patriot Tertidur Saat Rapat, Ali Imam Faryadi Buka Suara: Qadarullah Saya Lelah, Netizen Nyindir Semua Juga Lelah Pak!

Fenomena parkir liar kerap menjadi sorotan publik karena dianggap menjadi sumber pungutan di luar aturan resmi pemerintah daerah.

Di banyak titik, besaran tarif juga tidak konsisten dan tidak memiliki acuan jelas, sehingga menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan bagi warga.

Pengamat transportasi menilai bahwa parkir liar tumbuh subur ketika tidak ada pengawasan ketat serta adanya celah ekonomi yang dimanfaatkan oknum tertentu.

Menurut mereka, pengaturan parkir di kawasan publik, terutama di lingkungan kantor pemerintahan dan lembaga negara, harus memiliki standar baku agar tidak menimbulkan polemik seperti yang dialami Fritz.

Baca Juga: Lokasi Banjir Geger! Prabowo Teriak: Saya Sikat Maling! Warga Pengungsian Auto Sorak Semua!

Hingga kini, keluhan tersebut masih ramai dibahas dan menjadi sorotan masyarakat luas.

Warga berharap pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah penertiban agar kejadian serupa tidak terulang.

Sekaligus memastikan area Polda Metro menjadi zona yang bebas dari praktik pungutan liar.***