POJOKSATU.id - Suasana pascabanjir yang masih menyisakan lumpur dan jalan-jalan rusak di Kabupaten Langkat kembali memantik perhatian publik.

Bukan hanya karena warga yang bahu-membahu melakukan kerja bakti secara swadaya.

Tetapi karena sebuah video yang kini viral menunjukkan momen janggal sejumlah pria berseragam datang dan ikut “menggarap” pekerjaan warga.

Baca Juga: Heboh Prabowo Coret Utang KUR Petani yang Sawahnya Hancur Disapu Banjir

Namun diduga hanya untuk kebutuhan konten laporan.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @novia_cha itu memperlihatkan bagaimana warga setempat.

Sejak awal telah bekerja keras memperbaiki akses jalan yang rusak berat akibat banjir.

Baca Juga: Viral! Presiden Prabowo Tegur Keras Bupati Aceh Selatan: Udah Kau Pecat?

Mereka mengangkut tanah, memadatkan jalan, hingga bekerja hingga larut malam tanpa bantuan siapa pun.

Semua dilakukan dengan dana patungan warga yang merasa tak bisa menunggu terlalu lama karena jalan tersebut merupakan akses utama aktivitas mereka.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas warga berjibaku menyelesaikan perbaikan. Suasana gelap, hanya diterangi lampu seadanya, tapi semangat gotong-royong tetap menyala.

Baca Juga: Kejari Mandailing Natal Dalami Keterlibatan Eks Kadis Pertanian Usai Tahan 2 Tersangka Peremajaan Sawit

Mereka bergerak cepat, saling membantu, saling menyemangati. Tidak ada pejabat, tidak ada aparat hanya warga dan tenaga mereka sendiri.

Namun keesokan harinya, suasana berubah. Beberapa pria berseragam datang ke lokasi.

Awalnya warga menyangka mereka akan benar-benar membantu menyelesaikan perbaikan jalan.

Tapi menurut perekam video, para pria itu lebih banyak mengarahkan kamera dan mengambil adegan seolah-olah sedang bekerja.

Ada yang memacul tanah sebentar, ada yang memungut sedikit kerikil, lalu kembali berdiri sambil melihat proses perekaman.

Baca Juga: Heboh Prabowo Coret Utang KUR Petani yang Sawahnya Hancur Disapu Banjir

Sang perekam mengungkapkan kegeramannya karena perbaikan jalan itu murni swadaya warga.

Tidak ada bantuan dari pihak mana pun, tetapi ketika pekerjaan hampir rampung, justru muncul kesan seolah ada pihak lain yang ingin “ikut ambil nama”.

Ungkapan geram pun terdengar dalam video, menggambarkan rasa kecewa warga yang merasa kerja keras mereka seperti hendak diklaim.

Netizen yang melihat video itu langsung membludak memberikan komentar keras.

Baca Juga: Jumlah Korban Banjir Sumatera Dilaporkan ke Presiden, Meninggal 921 Jiwa, Terbanyak Aceh 366 Orang

Banyak yang menilai tindakan seperti itu tidak etis dan justru mempermalukan diri sendiri. Beberapa komentar bernada pedas membanjiri unggahan tersebut.

Ada warganet yang menuliskan, “Datang foto, laporan ke atasan biar dikira ikut kerja.” Komentar itu kemudian viral dan menjadi kutipan yang paling banyak dibagikan ulang.

Di sisi lain, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari para pria berseragam yang terekam dalam video tersebut.

Baca Juga: Heboh Prabowo Coret Utang KUR Petani yang Sawahnya Hancur Disapu Banjir

Belum diketahui apakah mereka benar sedang melakukan tugas resmi, apakah hanya sekadar memantau, atau memang ada kebutuhan dokumentasi tertentu.

Ketidakjelasan inilah yang membuat video tersebut semakin ramai diperbincangkan.

Fenomena semacam ini memicu perdebatan

apakah benar bantuan itu tiba terlambat atau hanya tampil saat kamera menyala?

Sementara warga di lapangan mengaku sudah menyelesaikan hampir semua pekerjaan sebelum kedatangan para pria itu.

Baca Juga: Heboh Prabowo Coret Utang KUR Petani yang Sawahnya Hancur Disapu Banjir

Video ini terus beredar luas di berbagai platform, memicu rasa geram sekaligus keprihatinan.

Bagi banyak orang, semangat warga Langkat yang bergerak tanpa menunggu bantuan seharusnya diapresiasi, bukan malah menimbulkan dugaan pencitraan.***