POJOKSATU.id - Heboh di media sosial sebuah video memilukan yang memperlihatkan para korban banjir di Aceh berjalan berbondong-bondong menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bertahan hidup.

Pemandangan itu sontak mengaduk emosi publik banyak yang terkejut, sedih, sekaligus geram.

Melihat bagaimana para warga yang terdampak bencana terpaksa berjuang sendiri di tengah kondisi serba terbatas.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Dalam video yang viral tersebut, tampak puluhan warga mulai dari orang tua, ibu-ibu, hingga anak-anak melangkah menyusuri jalanan dengan pakaian seadanya.

Mereka datang dari wilayah Lhokseumawe dan Bireuen, dua daerah yang terdampak banjir cukup parah.

Berdasarkan keterangan pada beberapa caption di medsos, banyak dari mereka yang memilih berjalan kaki jauh.

Baca Juga: Kabar Gembira PPPK Paruh Waktu Tak Hanya Dapat Gaji, Pemerintah Buka Peluang Pemberian Tunjangan, Berikut penjelasan resmi dan aturannya

Karena tidak ada akses transportasi dan minimnya bantuan logistik yang bisa mereka dapatkan di kampung masing-masing.

Yang lebih memilukan, warga diduga harus menukar hasil alam dengan beras hanya demi bisa terus bertahan hidup.

Sebagian membawa hasil kebun, sebagian lain hanya membawa harapan agar ada bantuan yang bisa mereka dapatkan di tempat lain.

Baca Juga: Didatangi Langsung ke Rumah! Begini Prosedur Verifikasi Lapangan Cegah Bansos Salah Sasaran bagi 12 Juta Penerima

Langkah mereka tidak hanya berat oleh jarak, tetapi juga oleh keadaan yang memaksa mereka keluar dari rumah saat kondisi masih darurat.

Kondisi ini sontak memicu reaksi kuat dari netizen.

Banyak yang tidak menyangka bahwa di tengah bencana sebesar ini, para korban masih belum mendapatkan bantuan yang memadai.

Komentar-komentar bernada kecewa dan geram membanjiri berbagai platform.

Banyak yang mempertanyakan di mana keberadaan bantuan, di mana perhatian pemerintah.

Baca Juga: Risiko Putus Bantuan Mengintai! KPM Lama Dievaluasi, Slot Baru Dibuka untuk Penerima PKH

Dan mengapa warga sampai harus menempuh perjalanan sejauh itu hanya untuk mendapatkan kebutuhan pokok.

Video tersebut menjadi alarm keras tentang bagaimana sebuah bencana tidak hanya soal air yang meluap atau rumah yang terendam.

Tetapi juga tentang bagaimana warga yang selayaknya menjadi prioritas tetap harus berjuang sendiri memikul beban hidup mereka.

Baca Juga: Kabar Gembira PPPK Paruh Waktu Tak Hanya Dapat Gaji, Pemerintah Buka Peluang Pemberian Tunjangan, Berikut penjelasan resmi dan aturannya

Publik menilai bahwa pemandangan seperti ini seharusnya tidak lagi terjadi di tengah upaya penanganan bencana yang seharusnya cepat, tepat, dan menyeluruh.

Netizen pun bergerak cepat membagikan ulang video itu ke berbagai platform.

Harapannya satu agar peristiwa tersebut mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah dan lembaga terkait.

Baca Juga: Kabar Gembira PPPK Paruh Waktu Tak Hanya Dapat Gaji, Pemerintah Buka Peluang Pemberian Tunjangan, Berikut penjelasan resmi dan aturannya

Banyak yang berharap viralnya video itu dapat mempercepat distribusi bantuan

Dan membuka mata pihak-pihak yang berkepentingan bahwa ada masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat rentan dan membutuhkan pertolongan segera.

Di tengah derasnya arus informasi digital, video para warga Aceh ini menjadi salah satu yang paling menggugah.

Tidak sedikit yang berharap situasi tersebut bisa segera tertangani, bantuan dapat menjangkau semua korban.

Dan warga tidak lagi harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan sekarung beras.***