POJOKSULSEL, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menanggapi video viral jemaah calon haji (JCH) kloter 14 Embarkasi Makassar yang mengaku terlantar di Arab Saudi.
Ketua Komisi Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (LN dan KI) MUI Sulsel KH Norman Said mengatakan, sudah melihat video CJH kloter 14 Luwu Utara dan Luwu Timur dan video klarifikasi ketua kloter 14.
"Saya sudah melihat video keluhan jamaah calon haji dan juga klarifikasi ketua kloter 14. Menurut saya tidak ada yang ditelantarkan karena tidak ada yang menelantarkan," kata Norman dalam ketarangannya yang dimuat di website MUI Sulsel.
Menurutnya, peristiwa dalam video tersebut lebih pada terjadinya misskomunikasi sehingga mengakibatkan missunderstanding.
Ia mengatakan, proses pindah hotel JCH butuh waktu dan proses administrasi. Sehingga diperlukan pengertian dan kesabaran dari para jemaah.
Baca juga
Perekam Video Soal JCH Kloter 14 Embarkasi Makassar Terlantar di Arab Saudi Minta Maaf
Norman juga meminta kepada para JCH supaya mengedepankan prasangka baik, sabar, dan saling pengertian. Kerja sama semua pihak harus berjalan dengan baik.
Tidak hanya itu, JCH diimbau supaya bisa menahan diri dan tidak responsif dengan cara membuat video lalu disebarkan. Sebab, tindakan seperti itu bukan menyelesaikan masalah tetapi justru mengundang masalah baru.
"Kunci mengatasi masalah adalah bersabar," harapnya.
Sementara itu, perekam video yang mengaku diterlantarkan di Arab Saudi sudah minta maaf. JCH perempuan itu menegaskan jika tidak ada penelantara JCH di Arab Saudi. Bahkan, JCH sudah menjalankan ibadah dengan baik.
Begitu juga dengan JCH pria yang dalam rekaman video itu mengaku terlantar. Dirinya meminta maaf atas pernyataanya tersebut.
(fadli/pojoksulsel)



