Sebuah insiden memilukan terjadi di jalur Trans Sulawesi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin siang (10/11/2025).

Mobil boks pengangkut uang milik salah satu bank swasta hangus dilalap api.

Dalam waktu kurang dari lima menit, uang senilai Rp4,6 miliar yang berada di dalam mobil tersebut lenyap tak tersisa.

Baca Juga: Geger di Bengkulu, Harga BBM Naik Gila-gilaan, Pertalite Dijual Rp25.000 per Liter

Ironisnya, para petugas pengangkut uang selamat tanpa luka, namun mereka hanya bisa menyaksikan tumpukan uang terbakar tanpa bisa berbuat banyak.

Semua terjadi karena kunci kontak mobil tertinggal di dalam kendaraan tepat saat api mulai menjalar.

Menurut laporan awal, mobil pengisi ATM itu tengah dalam perjalanan dari Kecamatan Wonomulyo menuju Majene setelah melakukan pengisian di sejumlah mesin ATM.

Baca Juga: Tangis di Sungai Mahakam 7 Korban Ditemukan, 1 Penumpang Masih Hilang dalam Tragedi Kapal Feri Kutai Barat

Di dalam mobil terdapat dua petugas dan seorang sopir.

Sekitar pukul 11.30 Wita, sopir mencium bau bensin yang kuat dari bagian depan mobil.

Ia segera menepi di pinggir jalan untuk memeriksa sumber bau, Tak lama setelah berhenti, asap tebal muncul dari bawah dashboard.

Dalam hitungan detik, kobaran api menjalar ke seluruh badan mobil. Uang yang tersimpan dalam kotak besi ikut terbakar karena suhu panas ekstrem.

Baca Juga: Nyata Banget! Kepala BGN ungkap 211 Kasus Keracunan MBG, Belasan Ribu Siswa Dirawat Jalan

Upaya pemadaman oleh warga dengan alat seadanya tak banyak membantu.

Tim pemadam kebakaran yang tiba sekitar 20 menit kemudian hanya menemukan rangka mobil yang sudah menjadi arang.

Kotak uang logam yang biasanya tahan api pun ikut rusak parah.

“Semua petugas selamat. Namun seluruh uang tidak bisa diselamatkan karena api membakar bagian dalam sangat cepat,” ujar Kapolres Polewali Mandar, AKBP Ahmad Suwito, di lokasi kejadian.

Baca Juga: Jam Mengajar Kurang dari 24 Jam? Begini Cara Menyesuaikannya agar TPG Tetap Cair

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik pada sistem kelistrikan mobil atau kebocoran bahan bakar.

Kepolisian dan pihak bank telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti insiden.

Meski nilai uang yang terbakar mencapai Rp4,6 miliar, pihak bank menyatakan bersyukur seluruh petugas selamat.

“Kerugian bisa diganti, tapi nyawa tidak. Kami akan evaluasi SOP keamanan armada ke depan,” ujar perwakilan kantor pusat bank dalam keterangannya.

Baca Juga: Mantan Sekda Karawang Acep Jamhuri Fokus Bangun Kemandirian Petani dan Ketahanan Pangan

Kasus ini juga mengungkap celah dalam sistem keamanan operasional pengangkutan uang di daerah.

Sejumlah pengamat menilai bahwa prosedur darurat belum diterapkan secara ketat, seperti penyimpanan kunci cadangan di luar kendaraan atau alat pemadam portabel di setiap armada.

Beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu masih tampak syok. “Api besar sekali. Dalam beberapa menit mobil sudah meledak kecil.

Video berdurasi 45 detik itu memperlihatkan api besar membumbung tinggi, sementara dua orang berseragam keamanan berdiri tak jauh dari lokasi, terlihat pasrah.

Baca Juga: Gaji PNS dan PPPK 2026 Masih Dikaji, Pemerintah Pertimbangkan Ruang Fiskal

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam pekerjaan yang melibatkan risiko tinggi.

Dalam dunia perbankan, armada pengangkut uang dikenal dengan standar keamanan tinggi.

Namun kejadian ini membuktikan bahwa kesalahan kecil seperti lupa mengambil kunci bisa membawa kerugian miliaran rupiah.

Pakar keselamatan kerja, Hendra Pratama, mengatakan, Setiap tim logistik uang seharusnya dibekali pelatihan tanggap darurat, termasuk evakuasi cepat dan prosedur keselamatan kebakaran.

Baca Juga: Gibran Bagi Pil Penambah Darah di Sekolah Lewat MBG, Apa Hubungannya dengan Stunting?

Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal tanggung jawab dan nyawa.

Kini, rangka hangus mobil boks itu menjadi pemandangan sunyi di pinggir jalan Polewali Mandar saksi bisu sebuah tragedi yang bermula dari rutinitas biasa.

Para petugas yang selamat masih menjalani pemeriksaan dan pemulihan mental akibat trauma.

Bagi mereka, kehilangan uang mungkin bisa diganti, tapi rasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan amanah miliaran rupiah akan sulit hilang dari ingatan.***