POJOKSATU.id - Ramadan selalu menghadirkan cerita unik dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu yang kembali menjadi sorotan publik tahun ini adalah tradisi Tarawih kilat 23 rakaat dalam 13 menit di Blitar.
Video pelaksanaannya viral di media sosial dan memancing berbagai reaksi warganet.
Baca Juga: VIRAL! Lukisan Kuda Api Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar, Dibeli Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia
Tradisi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan.
Sejak lama, tempat ini dikenal dengan pelaksanaan salat Tarawih yang sangat cepat namun tetap lengkap.
Dalam video yang beredar, musala terlihat penuh jamaah yang berdiri rapat, mengikuti imam dengan tempo gerakan yang amat sigap.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Sempat Mau Dicabut, Kini Berpotensi Batal Setelah Tekanan Investor Menguat
Bacaan salat terdengar ringkas, sementara perpindahan dari rukuk, sujud, hingga duduk berlangsung nyaris tanpa jeda.
Sekilas, ritmenya tampak sangat cepat hingga sebagian orang terkejut melihat intensitasnya.
Namun pihak pesantren menegaskan bahwa seluruh rukun salat tetap terpenuhi tanpa ada bagian yang ditinggalkan.
Baca Juga: VIRAL! Lukisan Kuda Api Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar, Dibeli Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia
Tradisi ini disebut sudah berlangsung lebih dari satu abad.
Turun-temurun dipertahankan, setiap Ramadan banyak jamaah dari luar daerah datang untuk merasakan pengalaman Tarawih kilat secara langsung.
Bagi sebagian masyarakat sekitar, tradisi ini bukan sekadar ibadah cepat tetapi juga bagian dari identitas lokal.
Meski begitu, viralnya video Tarawih kilat tentu memunculkan perdebatan di kalangan netizen.
Beberapa mempertanyakan keabsahan salat jika dilakukan dengan tempo sangat cepat, menilai ibadah seharusnya dijalankan dengan tumaninah dan kekhusyukan.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Sempat Mau Dicabut, Kini Berpotensi Batal Setelah Tekanan Investor Menguat
Mereka khawatir ritme cepat dapat mengurangi kualitas ibadah.
Sebaliknya, banyak juga yang membela praktik tersebut. Menurut mereka, selama gerakan tidak dihilangkan dan rukun terpenuhi, salat tetap sah.
Tradisi ini, kata mereka, adalah warisan lama yang tidak bisa langsung dinilai dengan standar umum masjid-masjid modern.
Baca Juga: VIRAL! Lukisan Kuda Api Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar, Dibeli Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia
Setiap Ramadan, Pondok Pesantren Mambaul Hikam selalu ramai pengunjung.
Untuk informasi lengkap seputar ramadan 2026 bisa kunjungi website ramadhan pojoksatu.id
Banyak jamaah sengaja datang bukan hanya untuk menunaikan Tarawih, tetapi juga ingin merasakan pengalaman khas yang berbeda dari tempat lain.
Tradisi Tarawih kilat pun kembali menjadi pengingat bahwa keragaman tradisi keagamaan di Indonesia sangat kaya dan bernilai historis.***




