POJOKSATU.ID - Video viral yang memperlihatkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi.
Tertidur saat Rapat Ekspose bersama DPRD Kota Bekasi melalui Pansus 8 pada Rabu 19 November 2025.
Kembali memantik kritik tajam terhadap kinerja pejabat daerah. Dalam cuplikan video yang beredar luas.
Ali terlihat terlelap di ruang rapat ketika pembahasan penting terkait pelayanan publik sedang berlangsung.
Baca Juga: Miris! Daerah Terisolasi Dibiarkan Berhari-hari, TNI Harus Lempar Logistik dari Udara
Ali akhirnya buka suara pada Senin 1 Desember di gedung DPRD Kota Bekasi.
Ia mengakui dirinya memang tertidur dan menyebut insiden tersebut sebagai “qadarullah” atau ketetapan Allah SWT.
Dalih itu justru menuai penilaian negatif karena dianggap tidak menunjukkan sikap profesional seorang pimpinan perusahaan daerah.
Yang bertanggung jawab penuh pada pelayanan air bersih masyarakat Bekasi.
Baca Juga: Satlantas Polres Banjar Perketat Ramp Check Jelang Operasi Lilin Lodaya 2025
“Prinsipnya bahwa qadarullah ya, enggak disengaja, enggak ada mens rea-nya, artinya force majeure lah,” ujar Ali, dikutip dari radar bekasi 1 Desember 2025.
Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi warganet yang menilai alasan religius tidak sepatutnya dijadikan pembenaran atas kelalaian dalam forum resmi pemerintahan.
Ali berdalih kelelahan menjadi penyebab dirinya terlelap di tengah jalannya rapat.
Ia menjelaskan tekanan pekerjaan membuat kondisinya tidak stabil sehingga tubuhnya “jatuh tidur” tanpa disadari.
“Saya tertidur bukan tiduran dan memang capek lah waktu itu, karena semua aktivitas segala macam,” katanya.
Namun pernyataan itu tidak meredakan kritik publik.
Banyak warga menilai kelalaian di forum selevel rapat DPRD menunjukkan kurangnya kedisiplinan dan komitmen terhadap tugas sebagai Dirut Perumda.
Terlebih di tengah banyaknya keluhan masyarakat mengenai layanan air bersih.
Baca Juga: Benarkah Anggaran Menipis Jadi Penyebab TPG TW 4 Telat Cair? Cek Penjelasannya
Kejadian ini memperkuat anggapan bahwa pimpinan perusahaan daerah kurang memberikan perhatian penuh terhadap persoalan warga.
DPRD Kota Bekasi pun dikabarkan menyoroti keras sikap tersebut.
Beberapa anggota dewan menilai tindakan tertidur di rapat resmi bukan sekadar kelalaian, tetapi mencerminkan etika kerja yang buruk.
Terlebih rapat tersebut merupakan bagian dari evaluasi penting mengenai kinerja Perumda Tirta Patriot yang selama ini menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Honor 300 Ribu Kini Jadi Rp 1,5 Juta! Bupati Cilacap Ungkap Alasan Berani Naikkan Gaji Ribuan PPPK
Meski Ali sudah meminta maaf, gelombang kritik belum mereda.
Warganet menilai pejabat seharusnya memberi contoh kedisiplinan, bukan sebaliknya.
Apalagi insiden tidur saat rapat bukan kali pertama terjadi di kalangan pejabat publik.
Sehingga masyarakat menganggap hal ini menunjukkan pola yang berulang dan semakin memperburuk citra birokrasi.
Kini, publik menunggu apakah kejadian ini hanya berakhir pada permintaan maaf atau berlanjut pada evaluasi serius terhadap jabatan dan kinerja Ali Imam Faryadi.
Banyak yang menilai insiden ini tidak bisa dianggap sebagai perkara sepele, melainkan refleksi dari manajemen kerja yang harus dibenahi.***




