POJOKSATU.id – Sebuah unggahan di media sosial tertanggal 14 September 2025 kembali menjadi sorotan setelah prediksi mengenai masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan ternyata berujung pada kenyataan.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menulis bahwa dirinya memprediksi Purbaya hanya akan menjabat sebagai Menteri Keuangan sekitar satu tahun.
“Saya prediksi Purbaya menjabat sbg Menteri Keuangan hanya sekitar 1 thn, krn dia org lurus yg berada ditengah org2 bengkok,” demikian tulisan yang terpampang dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Perlunya Reformasi Bea Cukai dan Penerimaan Negara, Cegah Berkurangnya Kemampuan Biayai Pembangunan
Kini, tepat sekitar satu tahun setelah prediksi itu dibuat, Purbaya memang tidak lagi menduduki kursi Menteri Keuangan.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari jabatan tersebut pada Senin, 14 September 2026, lalu menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Pengangkatan Suahasil dituangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Menariknya, pencopotan itu berlangsung secara mendadak.
Baca Juga: Ketua Komisi XI Misbakhun Berhak Membantah, Tetapi Bukan Berarti Informasi Berhenti Diperiksa
Pada hari yang sama, Purbaya masih menghadiri rapat bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Di tengah rapat, Purbaya menerima telepon dan kemudian meninggalkan ruang sidang.
Beberapa jam setelah itu, Prabowo melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan baru.
Purbaya: Saya Tak Beda Kebijakan dengan Prabowo
Yang membuat pencopotan Purbaya semakin menarik adalah pengakuannya sehari setelah pergantian.
Purbaya mengatakan dirinya memang kecewa setelah diberhentikan, tetapi mengaku sudah menduga kemungkinan tersebut.
“Last night, going to sleep was difficult. I was upset, but now it's not too bad,” kata Purbaya kepada wartawan, sebagaimana diberitakan Reuters.
Baca Juga: Terkait Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Cocokan Data DNA Keluarga Jurnalis dan Kru Kapal
Purbaya juga menyatakan tidak memiliki perbedaan kebijakan dengan Presiden Prabowo.
Namun, ia mengakui terdapat perbedaan dengan sejumlah pejabat lain.
Reuters melaporkan Purbaya mengatakan pencopotannya sebagian berkaitan dengan perbedaan dengan pejabat lain, meski ia tidak menjelaskan secara rinci keputusan atau persoalan yang dimaksud.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena sebelumnya memang muncul berbagai sorotan mengenai dinamika internal di Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Wasekjen SOKSI: Misbakhun Disebut di Dugaan Pita Cukai, Kejagung atau KPK Harus Jemput Bola
Perombakan pada 10 September 2026 tersebut mencakup sejumlah unit strategis, termasuk jajaran direktorat jenderal, Badan Layanan Umum hingga sejumlah Special Mission Vehicle.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai persoalan internal Kemenkeu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
“Jadi persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang masalah gitu ya, antara Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Pajak terutama soal pergantian eselon dua,” kata Bhima dikutip Pojoksatu.id dari RMOL.
Adanya perbedaan pandangan terkait kebijakan restitusi pajak serta rencana setoran dividen Danantara sebesar Rp120 triliun ke kas negara.
Namun, penting dicatat, pemerintah belum secara terbuka menyatakan bahwa persoalan-persoalan tersebut merupakan alasan resmi pencopotan Purbaya.
Baca Juga: Tak Baca Pidato Tertulis, Sambutan Purbaya Usai Sertijab Menkeu 30 Detik, Saya Ngomong Pendek Saja
Ada Satu Hal yang Berubah: Purbaya Tak Punya “Backup Politik”
Pengamat politik Adi Prayitno memberikan sudut pandang lain mengenai mengapa pergantian Purbaya dapat berlangsung relatif cepat.
Menurutnya, Purbaya tidak memiliki kendaraan partai politik yang menjadi penyangga posisi politiknya di pemerintahan.
“Purbaya paling aman dicopot karena tidak mewakili kepentingan partai politik mana pun,” kata Adi, dikutip Pojoksatu.id dari RMOL.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan menteri yang memiliki afiliasi partai politik pendukung pemerintah.
“Purbaya dinilai tidak memiliki afiliasi dan punya backup politik secara kepercayaan. Jadi wajar jika terjadi reshuffle terkesan mendadak, tak ada asap tak ada api, tiba-tiba posisinya sebagai Menteri Keuangan itu diganti,” ujarnya.
Di titik inilah unggahan prediksi satu tahun lalu kembali menarik perhatian.
Prediksi tersebut memang tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa pencopotan sudah direncanakan sejak 2025. Tetapi secara kronologis, prediksi itu dibuat pada 14 September 2025, sedangkan Purbaya benar-benar dicopot pada 14 September 2026—tepat sekitar satu tahun kemudian.
Suahasil Membawa Pesan Berbeda
Setelah menggantikan Purbaya, Suahasil Nazara langsung berbicara mengenai arah pengelolaan APBN.
Kementerian Keuangan mencatat bahwa Suahasil resmi menjalani serah terima jabatan sebagai Menteri Keuangan pada 15 September 2026.
Suahasil menegaskan bahwa fokusnya adalah menjaga kredibilitas APBN dan disiplin fiskal.
Ia juga menyampaikan bahwa arah kebijakan bukan perubahan total, melainkan keberlanjutan.
“Ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan,” kata Suahasil.
Baca Juga: Bos Summarecon Terseret OTT KPK BPN Bogor, Ada Apa di Balik Pengurusan HGB?
Di sisi lain, ia menegaskan defisit APBN harus tetap dijaga di bawah batas 3 persen dari PDB.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perhatian pasar terhadap kredibilitas fiskal Indonesia.
Disway mencatat pengamat melihat pergantian tersebut berpotensi membawa perhatian baru terhadap konsistensi kebijakan, tata kelola, penerimaan negara, serta hubungan APBN dengan Danantara.
Prediksi Lama Kini Kembali Dibaca
Unggahan 14 September 2025 itu kini mendapatkan konteks baru.
Setahun lalu, penulis unggahan tersebut menilai Purbaya sebagai sosok yang “lurus” tetapi berada di tengah lingkungan yang disebutnya berisi “orang-orang bengkok”.
Kalimat tersebut merupakan opini pribadi pemilik unggahan, bukan kesimpulan resmi mengenai kondisi di pemerintahan.
Namun, setelah Purbaya benar-benar dicopot hanya sekitar satu tahun setelah menjabat, unggahan tersebut kembali menarik perhatian karena memiliki kemiripan waktu yang sangat presisi dengan peristiwa yang terjadi sekarang.
Terlebih, Purbaya sendiri mengakui bahwa dirinya sempat menduga akan dicopot dan menyebut terdapat perbedaan dengan pejabat lain.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar 2 Kelemahan Purbaya, Jadi Alasan Prabowo Copot Menkeu?
Dengan demikian, pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi sekadar “benarkah prediksi itu?”
Melainkan: apa sebenarnya yang terjadi di balik pergantian mendadak Menteri Keuangan setelah Purbaya genap sekitar satu tahun berada di kursi bendahara negara?
Sampai saat ini, alasan resmi pemerintah yang disampaikan ke publik adalah keputusan Presiden melalui Keppres Nomor 97/P Tahun 2026.
Sementara berbagai dugaan mengenai dinamika internal Kemenkeu masih menjadi bahan analisis dan belum dapat dipastikan sebagai alasan resmi pencopotan.



