POJOKSATU.ID - Sebuah video yang memperlihatkan tanggul Pantai Mutiara di kawasan Pluit, Jakarta Utara, mengalami kebocoran kembali memicu kecemasan publik.
Rekaman yang tersebar di media sosial itu menunjukkan air laut merembes melalui retakan tanggul hingga menimbulkan genangan di area permukiman.
Kejadian ini membuat warga sekitar khawatir karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik yang rentan terhadap banjir rob.
Baca Juga: Cair Desember 2025! Gaji PNS Golongan 4A hingga 4E Lengkap dengan Uang Lembur & Makan Lembur
Dalam video yang viral, tampak aliran air masuk melalui celah tanggul dan mengalir ke area pemukiman serta fasilitas warga seperti halaman hunian bahkan kolam renang.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa tanggul mengalami kerusakan struktural akibat tekanan air laut yang terus meningkat, terutama pada saat pasang tinggi.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Baca Juga: Kasasi Ditolak MA, Mario Dandy Wajib Bayar Denda Rp 1 Miliar dalam Kasus Pencabulan
Mereka melakukan pengecekan langsung ke titik lokasi bocor untuk memastikan penyebab dan tingkat kerusakan.
Dari hasil pemeriksaan awal, SDA menegaskan bahwa rembesan air laut berasal dari bagian tanggul yang melemah dan membutuhkan perbaikan segera.
Mereka menyatakan tengah menyiapkan rencana perbaikan teknis, termasuk opsi menaikkan elevasi tanggul untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga: Tahun 2026 Ada Tunjangan Baru Bagi Guru ASN? Begini Informasi dari Nunuk Suryani
“Tim sudah berada di lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Perbaikan akan dilakukan setelah detail teknis dan aspek keamanan dipastikan,” ujar perwakilan Dinas SDA dalam keterangan singkatnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kekuatan tanggul tetap optimal, mengingat tekanan air laut berpotensi semakin tinggi akibat perubahan cuaca dan gelombang.
Di sisi lain, warga Pantai Mutiara mengaku resah karena kondisi rembesan dianggap dapat memburuk sewaktu-waktu.
Beberapa warganet bahkan menyebut rembesan tersebut sebagai sinyal peringatan bahwa tanggul mulai tidak mampu menahan kenaikan air laut.
Mereka menuntut penanganan cepat dan meminta pemerintah memastikan keamanan kawasan pesisir dari ancaman rob.
Keresahan publik juga memunculkan kembali pembahasan mengenai proyek tanggul raksasa seperti Giant Sea Wall.
Banyak netizen menilai bahwa percepatan pembangunan sistem pertahanan pantai jangka panjang perlu diprioritaskan agar kawasan pesisir Jakarta Utara dapat terlindungi dengan lebih baik.
Baca Juga: Parkir Gacoan Bikin Kepala Pusing? Siap-Siap Sistem Baru Lebih Kejam dari Level 8!
Meskipun demikian, pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa struktur yang mengalami rembesan bukan bagian dari Giant Sea Wall, melainkan tanggul pantai lokal yang memerlukan pemeliharaan rutin.
Sementara itu, Sudin SDA Jakarta Utara menekankan bahwa sebagian genangan di area Pantai Mutiara sebelumnya sempat disebabkan faktor lain, seperti kerusakan kaca pos keamanan akibat hantaman ombak tinggi.
Namun mereka tetap mengakui bahwa titik tanggul yang bocor harus segera diperbaiki untuk menghindari risiko lebih besar.
Hingga kini, proses survei dan pemetaan sedang dilakukan untuk menentukan metode terbaik dalam menangani rembesan tersebut.
Warga diminta tetap waspada dan memantau informasi resmi dari pemerintah, terutama saat terjadi pasang tinggi atau cuaca ekstrem.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa Jakarta Utara masih berada dalam tekanan serius dari kenaikan permukaan laut.
Dengan perbaikan yang tepat dan penguatan infrastruktur pesisir, diharapkan kawasan permukiman seperti Pantai Mutiara bisa terhindar dari ancaman banjir rob yang terus meningkat.***




