POJOKSATU.id - Blusukan Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Kecamatan Parigi berubah panas setelah seorang ayah menghampirinya sambil ngos-ngosan untuk melaporkan skandal besar.

tabungan siswa SD senilai Rp2,5 miliar tidak pernah dikembalikan selama empat tahun terakhir.

Kasus ini diduga melibatkan kepala sekolah hingga koperasi PGRI yang telah bangkrut.

Baca Juga: Setengah Penduduk Indonesia Hidup dari BPJS Gratis! PBI Tembus 152 Juta Jiwa, Cak Imin Ungkap Fakta Mengejutkan

Warga tersebut mengungkapkan bahwa uang tabungan anak-anak awalnya disimpan melalui guru kelas, kemudian dititipkan kepada kepala sekolah.

Namun yang mengejutkan, dana itu justru dipinjamkan ke koperasi PGRI.

“Jumlah tabungannya 2 miliar seteng, Pak,” ujar sang ayah, dikutip Pojoksatu.id dari Kang Dedi Mulyadi Channel.

Baca Juga: Prediksi Skor Benfica vs Real Madrid, 18 Februari 2026: Mourinho Tantang Mantan di Play Off Liga Champions

Ia menambahkan, “Katanya dipinjamkan ke guru-guru, tapi saya minta catatan utangnya enggak dikasih.”

KDM terlihat terkejut mendengar detail tersebut, bahkan sempat kebingungan.

“Saya tadi bingung sama Bapak 2 miliar seteng tidak dibayar,” ucapnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Play-off Liga Champions: Modal Apik Galatasaray, Juventus Dalam Ancaman Eks Bomber Inter Milan

Ia menegaskan bahwa transaksi uang sekolah seharusnya memiliki sistem administrasi jelas, bukan berpindah tangan tanpa pencatatan resmi.

Yang lebih menyakitkan, beberapa orang tua mengaku hanya menerima pengembalian sekitar 10 persen dari tabungan anak mereka.

“Rp10 juta baru dibayar Rp1 juta,” kata warga itu, menjelaskan bahwa anaknya kini sudah duduk di bangku SMP namun tabungannya tak kunjung tuntas.

KDM langsung merespons cepat. Ia memastikan akan memeriksa kasus ini melalui lembaga pengawas pemerintah.

“Nanti saya periksa ya lewat Inspektorat,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya kepastian hukum demi melindungi hak anak-anak sekolah.

Baca Juga: Setengah Penduduk Indonesia Hidup dari BPJS Gratis! PBI Tembus 152 Juta Jiwa, Cak Imin Ungkap Fakta Mengejutkan

Warga yang merasa ditelantarkan sekolah pun meluapkan kekecewaannya. “Saya orang kecil, Pak,” kata sang ayah.

Berharap KDM menjadi jalan keluar setelah empat tahun tanpa kejelasan.

Skandal ini diduga melibatkan banyak SD di Parigi, termasuk Karang Jaladri.

Baca Juga: Prediksi Skor Play-off Liga Champions: Modal Apik Galatasaray, Juventus Dalam Ancaman Eks Bomber Inter Milan

Jika benar, kasus ini menjadi satu dari dugaan penyalahgunaan dana pendidikan terbesar di tingkat sekolah dasar.***