POJOKSATU.id - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang viral di media sosial dan memancing kemarahan publik.

Video tersebut diunggah akun @itsremiaa, yang awalnya hendak menggunakan jasa bajaj.

Namun situasi berubah ketika ia menyaksikan langsung aksi seorang pria yang diduga preman meminta uang kepada sopir.

Baca Juga: Anggaran 2026 Jadi Penentu, Guru Honorer atau PPPK yang Akan Diselamatkan? DPR Buka Suara Soal Prioritas Anggaran

Dalam rekaman itu, sopir terlihat memilih mengalah dan memberikan sejumlah uang. Awalnya, situasi tampak selesai.

Namun tak lama kemudian, pria tersebut kembali datang dan meminta uang lagi, membuat suasana semakin tegang.

Sopir bajaj mulai terlihat kesal. Sang perekam pun ikut menegur karena merasa permintaan itu sudah tidak wajar.

Baca Juga: Wah! RUU Ketenagakerjaan Jadi Sorotan, Pekerja Diuntungkan atau Malah Tertekan?

Untuk menghindari konflik lebih besar, sopir akhirnya memilih pergi dari lokasi.

Dalam perjalanan, sopir mengaku kejadian seperti itu bukan hal baru. Ia bahkan menyebut pemalakan bisa terjadi setiap hari, dengan jumlah mencapai Rp100 ribu.

“Kalau nggak dikasih, bisa ribut, bahkan dituduh maling,” ujarnya.

Baca Juga: Waduh! RUU Ketenagakerjaan Bisa Bikin Anak Muda Susah Jadi Karyawan Tetap?

Ia juga menunjukkan kondisi bajaj yang kacanya pecah, diduga akibat ulah pelaku yang sama. Hal ini memperkuat adanya tekanan yang membuatnya tidak berani melawan.

Bagi sopir uang tersebut sangat berarti, penghasilannya tak menentu sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Kondisi ini membuatnya terpaksa mengalah demi bertahan.

Video tersebut langsung menuai reaksi keras dari netizen. Banyak yang mendesak aparat untuk segera menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan.***