POJOKSATU.ID – Belakangan, publik tengah dihebohkan dengan kasus viral di ranah pendidikan kawasan Bandar Lampung, Lampung.

Sebab, salah seorang siswi SMPN 13 Bandar Lampung, Gina Dwi Sartika (16) dikabarkan jadi korban perundungan alias bullying.

Berdasarkan informasi beredar, Gina Dwi Sartika tidak hanya dibully, melainkan juga dikeluarkan dari sekolah.

Baca Juga: Pemprov Banten Siapkan Program Dokter Spesialis Lokal, Fokus Meratakan Layanan Kesehatan Hingga Wilayah Selatan

Diketahui, penyebab siswi SMPN 13 Bandar Lampung itu dibully tidak lain lantaran pekerjaan orang tuanya yang berprofesi sebagai pemulung.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Medan Daily pada Kamis (23/10/2025).

Dalam unggahannya, Gina mengaku dikeluarkan oleh pihak sekolah saat selangkah lagi menduduki bangku kelas IX.

Baca Juga: Beasiswa Pra-Doktoral 2025, Jembatan Ilmu dari Wilayah 3T Menuju Indonesia Emas

Padahal, dirinya merupakan korban dari kasus bullying yang dilakukan oleh rekan-rekannya di sekolah.

“Saya sering dibully. Mereka hina orang tua saya pemulung, tukang rongsokan,” jelas Gina dalam laporan.

“Akhirnya saya dikeluarkan dari sekolah waktu kelas VIII,” lanjutnya di-caption unggahan akun sumber.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Naikkan Dana Uji Produk Riset hingga Rp150 Juta per Usulan

Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Misna Megawati selaku orang tua Gina.

Yang mana, Misna mengaku kecewa dengan keputusan pihak sekolah perihal kasus anaknya yang dikeluarkan secara sepihak.

Padahal, pihak sekolah disebut orang tua Gina seharusnya memprioritaskan masa depan anaknya yang jadi korban perundungan.

Baca Juga: Kasus Mahasiswa Unud, Komisi X DPR Desak Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan

“Saya nggak tega lihat anak saya dihina. Tapi kepala sekolah bilang, daripada pilih satu dan yang lain bubar, akhirnya anak saya yang dikeluarin,” terangnya.

Tidak heran, kasus ini sontak ramai ditanggapi publik mengingat sikap pihak sekolah yang jauh dari kata moral. ***