POJOKSATU.ID - Sebuah aksi pengeroyokan terhadap seorang pria di Mamuju, Sulawesi Barat, memicu kemarahan publik setelah rekaman CCTV.
Yang memperlihatkan tujuh pelaku menyerang korban secara bersamaan beredar luas di media sosial.
Polisi memastikan seluruh pelaku sudah diamankan dan tengah diperiksa intensif.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Kalukku.
Baca Juga: SK 546 Honorer Wondama Masih Tertahan di BKN, Bupati Auri Pastikan Tak Ada Nama yang Dihapus
Rekaman CCTV memperlihatkan korban dihajar dengan pukulan dan tendangan bertubi-tubi, tanpa mampu melawan.
Serangan berlangsung cepat, terkoordinasi, dan dilakukan oleh kelompok remaja yang mayoritas masih berstatus pelajar.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, menegaskan bahwa kasus ini murni pengeroyokan dan tidak ada unsur lain yang ingin dibesar-besarkan.
“Semua pelaku sudah kami amankan. Mereka terlibat langsung dalam pengeroyokan yang terekam CCTV tersebut,” ujarnya, dikutip dari Kompas, Kamis 13 November 2025.
Baca Juga: Rumah Ahmad Sahroni Dibongkar, Dulu Dijarah Sekarang Rata dangan Tanah
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa pengeroyokan diduga berawal dari cekcok kecil setelah bermain bola.
Salah satu dari pelaku disebut tidak terima dengan sikap korban, lalu mengajak teman-temannya menghadang dan menyerang korban bersama-sama.
“Setelah selesai main bola, para pelaku mengajak rekannya mendatangi korban. Kemudian secara bersamaan melakukan pengeroyokan,” kata Herman.
Polisi masih menyelidiki apakah ada provokator utama yang memicu tindakan kelompok tersebut, mengingat serangan terlihat terstruktur dan dilakukan secara kompak.
Keluarga korban menyebutkan bahwa anaknya mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan tersebut.
Selain memeriksakan kondisi fisik, mereka juga meminta polisi agar menindak tegas semua pelaku tanpa pandang bulu.
Rekaman kamera pengawas menjadi bukti kuat dalam proses penyelidikan.
Dalam video yang beredar, tampak tujuh pelaku mengelilingi korban, lalu menghajar secara bersamaan.
Baca Juga: Mengapa Soal HOTS Mendominasi Tes Substantif PPG? Ini Penjelasannya
Tidak ada upaya penahanan dari pihak luar sehingga aksi berlangsung beberapa detik tanpa henti.
Polresta Mamuju menyatakan CCTV memudahkan identifikasi dan mempersingkat proses penangkapan.
Penyidik kini mendalami peran masing-masing pelaku: siapa yang memulai serangan.
Siapa yang memprovokasi, dan siapa saja yang melakukan tindak kekerasan fisik.
Baca Juga: Heboh! Mengapa Banyak Anak Jatuh Sakit Sekaligus? Dugaan Keracunan Massal Menghantui Bogor
Seluruh pelaku adalah anak di bawah umur.
Proses hukum tetap berjalan, namun menggunakan mekanisme khusus sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Anak.
Kasus ini mengundang reaksi keras warga Mamuju.
Banyak yang mempertanyakan keberanian sekelompok remaja melakukan tindakan kekerasan terang-terangan, apalagi hingga terekam CCTV.
Warga menilai pengeroyokan ini bukan kejadian spontan.
Melainkan tindakan yang dilakukan secara bersama-sama sehingga harus diproses sebagai tindak pidana serius.
Beberapa warga bahkan meminta agar aparat dan sekolah melakukan pemetaan kelompok-kelompok remaja.
Yang kerap bergerombol dan rawan memicu tindak kekerasan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Heboh Daging Ayam Beraroma Tak Sedap, Puluhan Murid di Bogor Dilarikan ke Puskesmas
Penyidik kini fokus menyelidiki motivasi para pelaku.
Polisi juga menelusuri komunikasi antar pelaku sebelum pengeroyokan terjadi untuk mencari kemungkinan adanya ajakan terencana.
Dalam waktu dekat, polisi bakal memanggil lebih banyak saksi di lokasi kejadian guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap.




