POJOKSATU.id - Setelah lama tak terdengar kabarnya sejak menjalani hukuman seumur hidup, mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, akhirnya muncul kembali ke hadapan publik.
Bukan melalui persidangan atau berita hukum, melainkan lewat sebuah rekaman video kegiatan rohani di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor.
Yang langsung memicu kehebohan di media sosial.
Baca Juga: 321 Daerah Masuk Daftar Penerima Tambahan TPG, THR, dan Gaji ke-13 2025, Ini Penjelasan Resminya
Dalam video tersebut, Sambo terlihat berdiri di podium, memimpin doa, dan menyampaikan pesan rohani kepada para warga binaan lain.
Kemunculan ini sontak menarik perhatian publik karena Sambo selama ini nyaris tak pernah muncul dalam dokumentasi kegiatan lapas.
Sejak putusan Mahkamah Agung pada 8 Agustus 2023 yang mengubah hukuman mati menjadi seumur hidup, sosoknya seolah menghilang dari pemberitaan.
Baca Juga: Bantuan Asing ke Sumatera Bukanlah Aib, Kemanusiaan Tak Dibebani Harga Diri dan Batas Negara
Karena itu, momen munculnya ia kembali justru sebagai pengkhotbah membuat publik bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam lapas.
Kegiatan rohani tersebut merupakan bagian dari acara ibadah jelang Natal yang digelar Gereja Oikumene Terang Dunia.
Dalam acara bertema “Unchained: A New Creation”, Sambo tampak mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari pujian, penyembahan, hingga penyampaian renungan.
Humas Lapas Cibinong kemudian mengunggah dokumentasi kegiatan di akun resmi mereka, dan rekaman itu pun cepat menyebar ke berbagai platform media sosial.
Dalam potongan video yang viral, Sambo terlihat berbicara dengan nada tenang sembari memegang mikrofon.
Ia membagikan pesan tentang menjadi “manusia baru” dan menjalani kehidupan dengan pertobatan.
Tak sedikit warganet yang mengaku terkejut melihat perubahan penampilan dan peran baru mantan perwira tinggi Polri itu.
Baca Juga: 321 Daerah Masuk Daftar Penerima Tambahan TPG, THR, dan Gaji ke-13 2025, Ini Penjelasan Resminya
Sebagian mempertanyakan apakah ini menunjukkan pertobatan, sedangkan sebagian lainnya menilai ini sekadar bagian dari rutinitas pembinaan narapidana.
Kehadiran Sambo sebagai pengkhotbah membawa kontras yang kuat dengan masa lalunya.
Publik tentu masih mengingat jelas betapa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Baca Juga: Bantuan Asing ke Sumatera Bukanlah Aib, Kemanusiaan Tak Dibebani Harga Diri dan Batas Negara
Yang menyeret namanya menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah kepolisian Indonesia.
Dalam kasus tersebut, Sambo dinyatakan sebagai dalang pembunuhan yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Kini, figur yang dulu identik dengan kekuasaan dan kontroversi justru tampil dalam kegiatan rohani yang menekankan pesan pengampunan.
Pihak Lapas Cibinong menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan spiritual untuk semua warga binaan.
Tidak ada perlakuan istimewa kepada Sambo, dan keterlibatannya dalam ibadah adalah hal yang diperbolehkan sesuai aturan.
Namun publik tetap mempertanyakan bagaimana seorang mantan jenderal yang pernah menghebohkan negeri tersebut tiba-tiba tampil.
Di hadapan warga binaan lain membawa pesan-pesan rohani.
Munculnya Sambo setelah lama tak terlihat membuat diskusi publik semakin ramai.
Beberapa pengamat menilai bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki implikasi hukum apa pun, termasuk soal remisi atau pengurangan hukuman.
Baca Juga: Gawat! Minat Jadi ASN dan Dosen Turun, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan di RUU Sisdiknas
Status hukuman seumur hidup Sambo tetap berjalan, dan kegiatan rohani seperti ini tidak mengubah kedudukannya secara hukum.
Meski begitu, kemunculan perdana ini tetap menimbulkan gelombang reaksi dari masyarakat.
Sebagian menganggap ini hal wajar dalam proses pembinaan narapidana.
Baca Juga: Bantuan Asing ke Sumatera Bukanlah Aib, Kemanusiaan Tak Dibebani Harga Diri dan Batas Negara
Namun sebagian lainnya merasa momen tersebut terlalu kontras mengingat kasus besar yang pernah menyeretnya.
Yang jelas, kemunculan Sambo sebagai pengkhotbah kini menambah babak baru dalam perjalanan panjang figur kontroversial tersebut di balik jeruji.***




