POJOKSATU.ID - Saluran irigasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendadak viral dan berubah menjadi tempat wisata dadakan.

Aliran air yang jernih dan relatif deras dimanfaatkan warga untuk bermain ban layaknya wahana river tubing, bahkan hingga harus mengantre untuk bisa merasakan sensasi hanyut mengikuti arus.

Fenomena tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah video dan foto memperlihatkan warga, baik anak-anak maupun orang dewasa, bermain ban di sepanjang saluran irigasi.

Baca Juga: Sekolah Terdampak Bencana Diberi Fleksibilitas, Kemendikdasmen Tekankan Keselamatan

Suasana terlihat meriah, dengan warga tertawa dan menikmati aliran air yang mengalir di kawasan tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, aktivitas bermain ban ini mulai ramai sejak beberapa hari terakhir.

Saluran irigasi yang biasanya hanya digunakan untuk mengaliri sawah kini berubah fungsi menjadi lokasi rekreasi spontan, terutama pada siang hari saat cuaca panas.

Baca Juga: Pentingnya Kewenangan Konservasi dan Pengawasan Laut Masuk Menjadi Kewenangan Daerah Kabupaten Kota dalam RUU Daerah Kepulauan

“Airnya jernih dan dingin, jadi banyak yang ingin mencoba. Bahkan ada yang sampai antre karena ban yang dipakai terbatas,” ujar salah seorang warga.

Meski terlihat seru dan menghibur, aktivitas tersebut menuai perhatian dari berbagai pihak.

Pasalnya, saluran irigasi sejatinya bukan diperuntukkan sebagai wahana wisata atau tempat bermain.

Baca Juga: Jangan Tunggu Februari, Persiapan Data Info GTK di Januari Jadi Kunci Lancarnya TPG Guru 2026

Risiko kecelakaan dinilai cukup tinggi, terutama jika debit air tiba-tiba meningkat.

Beberapa warga mengakui bahwa arus air di saluran tersebut bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pasokan dari hulu.

Jika hujan turun di wilayah atas, aliran air bisa menjadi lebih deras dan membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Heboh! Pernyataan Pemandu Ziarah Banyak Disorot, Lorong Makam Sunan Gunung Jati Disebut Jalan ke Mekkah

“Kalau tiba-tiba arusnya besar, tentu berbahaya. Apalagi ini bukan tempat wisata resmi,” kata warga lainnya.

Fenomena wisata dadakan ini juga memunculkan kekhawatiran akan keselamatan anak-anak.

Tanpa pengawasan yang memadai serta tidak adanya fasilitas keselamatan seperti pelampung standar atau petugas penjaga, potensi risiko dinilai cukup besar.

Baca Juga: Belum Pulih dari Derita Sumatera, Viral Sulut Diterjang Banjir Bandang Maut! Pulau Siau Porak-Poranda Dikabarkan 6 Orang Tewas

Pihak terkait diharapkan segera memberikan imbauan atau langkah antisipasi agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Warga pun diminta untuk tetap waspada dan tidak lengah meskipun aktivitas tersebut terlihat menyenangkan.

Selain faktor keselamatan, penggunaan saluran irigasi sebagai tempat bermain juga dikhawatirkan mengganggu fungsi utamanya sebagai jalur pengairan pertanian.

Baca Juga: Ratusan Pemilik Ruko Marinatama Mangga Dua Demo, Tolak Pengosongan di Tengah Gugatan yang Masih Berjalan

Jika terjadi kerusakan atau penyumbatan, dampaknya bisa merugikan petani di wilayah tersebut.

Fenomena ini menjadi gambaran bagaimana keterbatasan ruang wisata terkadang mendorong masyarakat mencari hiburan alternatif.

Namun demikian, aspek keamanan dan fungsi fasilitas umum tetap harus menjadi perhatian utama.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait aktivitas warga di saluran irigasi tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat wisata permanen dan tetap mengutamakan keselamatan.***