POJOKSATU.id - Video seorang remaja pria yang diledek karena pakaiannya saat berada di pantai mendadak viral di media sosial.

Awalnya terlihat seperti konten biasa, namun fakta di baliknya justru membuat publik tersentuh.

Remaja tersebut diketahui bernama Fauzan. Ia sempat direkam tanpa izin oleh seorang wanita yang kemudian menertawakan penampilannya.

Baca Juga: Viral! Tangis Seorang Nenek di Rumah Kayu, Bertahan Hidup Meski Lumpuh dan Tak Bisa Melihat

Video itu pun cepat menyebar dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Alih-alih ikut mengejek, banyak netizen justru merasa tindakan tersebut tidak pantas.

Mereka menilai merekam seseorang tanpa persetujuan, apalagi menjadikannya bahan lelucon, merupakan perilaku yang tidak berempati.

Baca Juga: SKTP Januari–Maret 2026 Akhirnya Terbit Serentak di Info GTK, TPG Guru Segera Cair, Ini Langkah Penting yang Wajib Dilakukan

Fakta mengejutkan kemudian terungkap, melalui akun @emamore02, diketahui bahwa Fauzan baru saja kehilangan ibundanya.

Sang ibu disebut meninggal dunia tepat pada malam takbiran 2026.

Informasi ini langsung mengubah sudut pandang publik. Fauzan yang terlihat berada di pantai ternyata sedang dalam kondisi berduka.

Baca Juga: ITB Melesat di QS Rankings 2026, 4 Bidang Ilmu Tembus 150 Besar Dunia

Ia diduga hanya ingin menenangkan diri bersama keluarga di tengah kehilangan yang mendalam.

Kondisi tersebut membuat banyak orang merasa tersentuh. Tidak sedikit yang mengaku sedih dan menyesal telah menonton video itu tanpa mengetahui cerita sebenarnya.

Selain itu, muncul pula gelombang dukungan untuk Fauzan. Donasi mulai dibuka guna membantu dirinya dan keluarga agar bisa melewati masa sulit ini.

Kasus ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: ITB Melesat di QS Rankings 2026, 4 Bidang Ilmu Tembus 150 Besar Dunia

Apa yang terlihat di permukaan belum tentu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.

Hingga kini netizen masih menunggu klarifikasi dari pihak yang merekam video tersebut. Banyak yang berharap ada permintaan maaf secara terbuka atas kejadian ini.***