POJOKSATU.id - Jagat media sosial kembali dibuat heboh setelah sebuah video yang menampilkan Arief Rosyid Hasan, Wakil Ketua Umum AMPI Partai Golkar, beredar luas dan memantik reaksi keras publik.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @ygga, Arief terlihat memberikan pernyataan yang langsung memicu kontroversi.

Terutama karena ia secara terang-terangan menyebut bahwa dirinya akan tetap membela Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-Blakan Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Tegas Menolak Demokrasi Bisa Kacau!

Bahkan jika Bahlil ternyata salah hanya karena sama-sama berlatar belakang aktivis dan memiliki “warna” yang sama.

Dalam video tersebut, Arief awalnya memuji sosok Bahlil Lahadalia.

Ia menggambarkan Menteri Investasi itu sebagai figur yang low profile, pekerja keras, dan memiliki kerendahan hati.

Baca Juga: Prabowo Putuskan Terima Bantuan Asing untuk Pemulihan Bencana Sumatera, Syaratnya Ikhlas dan Jelas

Menurut Arief, Bahlil adalah contoh aktivis yang berhasil meniti karier politik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya.

Namun, pujian itu justru tenggelam oleh satu potongan kalimat yang membuat publik geram dan video itu langsung viral dalam hitungan jam.

Potongan kalimat yang dimaksud berbunyi.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-Blakan Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Tegas Menolak Demokrasi Bisa Kacau!

"selama darahnya masih aktivis, apalagi warnanya sama (warna golkar kuning) jangankan benar salah pun harus kita bela"

"apalagi dia ketua umum golkar kan jadi kalau ya siapapun saya akan hadapi gitutermasuk senior-senior"

Pernyataan itu memantik gelombang kritik dari netizen.

Banyak yang mengaku heran, kesal, bahkan tak habis pikir dengan logika yang disampaikan Arief.

Bagi publik, kalimat tersebut menunjukkan sikap yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip berpolitik yang sehat.

Baca Juga: Viral Banjiir Cilegon! Arus Deras Sampai Geret Mobil, Netizen Sampai Takut Kejadian Kayak Sumatera

Netizen mempertanyakan bagaimana mungkin seorang kader partai secara terbuka menyampaikan bahwa membela seseorang bahkan ketika salah adalah hal yang wajar dilakukan.

Di berbagai kolom komentar, publik menilai bahwa pernyataan itu menunjukkan sikap fanatisme yang keliru.

Sejumlah pengguna media sosial menuliskan bahwa loyalitas bukanlah alasan untuk menutupi kesalahan seseorang, terlebih jika tokoh tersebut memegang jabatan publik.

Baca Juga: Isu Teror Influencer Makin Panas, Pigai Meledak Jangan Asal Tuduh Pemerintah Dalangnya!

“Kalau salah ya salah, bukan malah dibela,” begitu kurang lebih nada komentar yang bertebaran.

Tak sedikit pula yang menilai bahwa pernyataan Arief justru merugikan citra partai, karena kesan yang muncul adalah bahwa kebenaran bisa dinegosiasikan demi solidaritas politik.

Reaksi netizen semakin deras setelah video tersebut diposting ulang oleh berbagai akun media sosial, membuat potongan pernyataan itu tersebar luas dengan cepat.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-Blakan Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Tegas Menolak Demokrasi Bisa Kacau!

Hingga kini, publik masih menunggu apakah Arief Rosyid akan memberikan klarifikasi terkait ucapannya tersebut.

Namun sampai saat tulisan ini dibuat, belum ada tanggapan resmi darinya.

Meski begitu, videonya sudah terlanjur viral dan menjadi perbincangan panas di berbagai platform media sosial.

Situasi ini membuat banyak orang bertanya-tanya.

Apakah benar dalam politik, loyalitas lebih penting daripada kebenaran? Atau apakah ini hanya bentuk spontanitas yang keliru dari seorang pejabat organisasi partai?

Yang jelas, video tersebut sukses memantik kemarahan dan keheranan publik.

Baca Juga: Mahfud MD Blak-Blakan Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Tegas Menolak Demokrasi Bisa Kacau!

Serta kembali membuka diskusi soal pentingnya integritas dalam dunia politik Indonesia.

Bahkan ketika ucapannya datang dari sosok yang seharusnya memahami bagaimana publik memandang etika seorang pejabat.***