POJOKSATU.id – Seorang pria asal Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, mengaku dikeluarkan dari rumah oleh istri dan anak-anaknya
Alasan mengejutkan ia memilih tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah lanjut usia — sebuah kisah yang kini viral di media sosial.
Sang Ayah dan Ibunya Tinggal di Yayasan
Baca Juga: Breaking! TPG Triwulan 4 Mulai Cair Lebih Cepat, Dua Kategori Sudah Terima Dana
Dalam sebuah unggahan di akun TikTok, pria bernama Muhammad tersebut terlihat tinggal di lokasi Yayasan Bagus Insan Mandiri di Palembang bersama ibunya.
Ia menyebut bahwa ia “tak lagi diterima di rumah” karena keberadaan sang ibu—yang usianya dikatakan “sekitar 80 tahun”.
Ia mengungkap bahwa anak dan istrinya “tidak suka” kehadiran sang ibu.
“Dia itu tidak mengusir secara kasar, cuma tingkah lakunya saya tahu, karena saya sudah tua. Jadi saya paham kalau orang itu tidak suka.”
Video Penjemputan yang Membuat Heboh
Setelah kisah ini viral, anak-dan istri Muhammad datang ke yayasan untuk menjemput.
Dalam momen penuh emosi, sang anak perempuan bahkan terisak, bersujud di kaki ayahnya sambil memohon agar ia pulang.
Baca Juga: Bolehkan Mengundurkan Diri dari PPG Saat Sedang Berjalan? Ini Penjelasannya Jika Tidak Linier
“Pak, balek bae pak, jangan cak ini, jangan egois,” ujar sang anak.
Namun jawaban sang ayah cukup tegas “Bukan masalah egois.”
Kejadian ini mengundang gelombang reaksi netizen banyak yang merasa tersentuh sekaligus mempertanyakan nilai bakti kepada orang tua dan tanggung jawab keluarga.
Dua Sisi Kisah Bantahan dari Keluarga
Baca Juga: Breaking! TPG Triwulan 4 Mulai Cair Lebih Cepat, Dua Kategori Sudah Terima Dana
Sementara itu, keluarga Muhammad tak tinggal diam. Anak-dan istrinya membantah tuduhan pengusiran.
Mereka mengaku tidak mengetahui kapan Muhammad pergi dan menegaskan bahwa keputusan itu datang dari dirinya sendiri.
“Sebenarnya kami tidak mengusir, itu kemauan beliau sendiri.” ujar anaknya.
Baca Juga: Soedomo Bawazier
Situasi ini membuat publik bertanya
apakah benar terjadi pengusiran ataukah kesalahpahaman keluarga yang memuncak di ruang publik?
Mengundang Perhatian Pemerintah Desa
Baca Juga: Soedomo Bawazier
Menanggapi viralnya kisah ini, pihak pemerintah desa setempat menyatakan akan membantu.
Kepala desa berjanji akan menyediakan rumah baru bagi Muhammad dan ibunya agar tak lagi tinggal bersama anak-istri.
“Kami akan bertanggung jawab penuh, bahkan makan dan tempat tinggalnya akan kami bantu,” kata kepala desa.
Baca Juga: Breaking! TPG Triwulan 4 Mulai Cair Lebih Cepat, Dua Kategori Sudah Terima Dana
Langkah ini menunjukkan bahwa isu pengabaian lansia dan konflik keluarga bukan hanya persoalan personal, melainkan juga sosial yang membutuhkan perhatian publik.
Tak sekadar kisah viral, peristiwa ini menyentuh nilai bakti, tanggung jawab keluarga, dan penghormatan terhadap orang tuaisu yang kerap luput di masyarakat.
Apakah keluarga harus memaksa penerimaan atau apakah orang tua memiliki hak memilih dukungan yang membuatnya merasa aman?.
Baca Juga: Breaking! TPG Triwulan 4 Mulai Cair Lebih Cepat, Dua Kategori Sudah Terima Dana
Pertanyaan-pertanyaan itu kini mengemuka di ruang publik, memicu “gegapan” netizen di Indonesia.***




