POJOKSATU.id - Sebuah video yang kembali beredar luas di media sosial membuat warganet terdiam pilu video tersebut dibagikan oleh akun instagram @syahrur_sr647.

Rekaman itu datang dari wilayah Pidie Jaya, Aceh, pasca banjir besar yang memicu longsor dan meninggalkan kerusakan parah di sejumlah pemukiman.

Di tengah puing-puing dan lumpur yang menumpuk, terlihat seorang pria hanya bisa duduk lemas di depan rumahnya yang hampir tidak lagi berbentuk.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Rumah itu yang biasanya menjadi tempat berteduh dan berkumpul bersama keluarga kini berubah menjadi gundukan tanah setinggi hampir mencapai pintu, bahkan mendekati atap.

Tanah dan lumpur mengurung bangunan itu begitu tebal, hingga sulit membayangkan bagaimana proses pembersihannya bisa dilakukan tanpa alat berat.

Dalam video tersebut, pria itu tampak kebingungan. Ia duduk sambil memegangi kepalanya, seolah tidak tahu harus mulai dari mana.

Baca Juga: Heboh! Aceh Cari Pertolongan Internasional, Tito Karnavian Belum Ambil Sikap

Ada momen ketika ia hanya memandangi rumah yang tertimbun itu tanpa bergerak, seperti sedang berusaha menerima kenyataan pahit yang datang begitu cepat.

Gesturnya lemah, tubuhnya terlihat letih, dan sorot matanya tampak kehilangan harapan.

Warganet yang menonton video ini pun ikut merasakan kesedihan mendalam.

Baca Juga: Heboh! Aceh Cari Pertolongan Internasional, Tito Karnavian Belum Ambil Sikap

Banyak yang mengatakan bahwa ekspresinya benar-benar mewakili perasaan seseorang yang kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Ada pula yang berkomentar bahwa sikap pria tersebut bukan karena ia tidak ingin berusaha, melainkan karena kondisinya memang tidak memungkinkan untuk ia bersihkan seorang diri.

Lumpur yang mengeras, tanah yang menumpuk hampir setinggi atap, dan struktur rumah yang tertutup rapat membuat situasi itu hampir mustahil ditangani tanpa bantuan.

Di bagian lain video, terlihat bahwa pria tersebut hanya bisa menunggu bantuan alat berat, menunggu tenaga relawan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Jakarta–Malang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Atau menunggu siapa saja yang bisa datang membantunya mengembalikan rumah itu ke kondisi semula. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain berharap seseorang segera datang.

Kolom komentar pun dipenuhi dukungan dan doa. “Semoga bapak ini diberi kekuatan,” tulis seorang warganet.

Banyak juga yang mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan, mengerahkan alat berat.

Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook Disidangkan, Eks Mendikbudristek Nadiem Justru Absen karena Dirawat di RS

Dan mengirimkan tim relawan agar proses pembersihan bisa dilakukan lebih cepat.

Tak sedikit warganet yang menandai akun instansi setempat, berharap video ini sampai ke pihak yang berwenang.

Ada pula yang mengingatkan agar penanganan bencana di Pidie Jaya harus diprioritaskan karena banyak rumah lain yang dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook Disidangkan, Eks Mendikbudristek Nadiem Justru Absen karena Dirawat di RS

Meski singkat, video ini seperti menampar kesadaran banyak orang bahwa bencana bukan hanya soal banjir yang datang dan pergi.

Tetapi juga tentang kehidupan yang porak-poranda setelahnya.

Tentang seseorang yang harus menatap rumahnya terkubur lumpur, dan memulai semuanya dari nol.

Hingga kini, video tersebut terus dibagikan ulang di berbagai platform.

Dengan harapan semakin banyak pihak yang mengetahui kondisi di lapangan dan segera memberikan bantuan yang dibutuhkan.***