POJOKSATU.id– Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan keras yang menyita perhatian publik saat memberikan Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Jawa Barat.

Dalam pidato berdurasi panjang itu, Prabowo menyinggung langsung para pakar yang sebelumnya mengejek.

Serta meragukan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG)program unggulan pemerintah yang kini menjangkau puluhan juta anak Indonesia.

Baca Juga: Sudah Ada Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Banjir Tapsel, Tapi Identitas Belum Dibeberkan Polisi

Prabowo dengan tegas menyebut bahwa sejak awal banyak pihak meremehkan.

Mengutip ucapannya dari acara tersebut, Prabowo mengatakan

“Saya sangat yakin walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyindir, mereka katakan MBG pasti gagal.” ujarnya di Hambalang 6/1/2026.

Baca Juga: Sudah Ada Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Banjir Tapsel, Tapi Identitas Belum Dibeberkan Polisi

Menurut Prabowo, kritik itu tidak hanya berupa perdebatan akademik.

Namun cenderung meremehkan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program makan bergizi berskala nasional.

Namun Presiden menegaskan bahwa kritik tersebut kini terbantahkan dengan data dan fakta lapangan.

Baca Juga: Viral Bahlil Girang Disanjung dengan Sebutan 'Mutiara dari Timur' di Panggung, Netizen Langsung Heboh dan Ngakak!

Ia menegaskan, “Tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil. MBG dinantikan oleh semua rakyat.”

Pernyataan itu sontak memicu riuh peserta taklimat yang hadir di Padepokan Garuda Yaksa.

Hingga 6 Januari 2026, pemerintah mencatat 55 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

Angka ini melampaui negara-negara lain yang memiliki program serupa.

Dalam pidatonya, Prabowo bahkan menyebut bahwa Presiden Brasil pernah mengatakan bahwa negaranya membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Viral Bahlil Girang Disanjung dengan Sebutan 'Mutiara dari Timur' di Panggung, Netizen Langsung Heboh dan Ngakak!

Sementara Indonesia mencapai 55 juta hanya dalam waktu satu tahun.

Di tengah pemaparan angka-angka tersebut, Prabowo tampak emosional ketika menyinggung momen-momen bagian penyaluran MBG yang menunjukkan antusiasme anak-anak di daerah.

Dalam kutipan lain yang muncul dari pidatonya, Prabowo berkata:

Baca Juga: Sudah Ada Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Banjir Tapsel, Tapi Identitas Belum Dibeberkan Polisi

“Saya tidak paham manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu.”

Ia juga mengarahkan pernyataan keras kepada kelompok yang meremehkan program tersebut.

“Hai orang-orang pintar, hai orang-orang pintar yang ngejek. Lihatlah dengan mata dan hatimu” tegasnya.

Baca Juga: 10 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Keracunan di Warakas, Dugaan Tindakan Pidana Sudah Mengarah dari Kandungan Sianida

Menurut Prabowo, pemerintah tidak sekadar memberikan makanan.

Tetapi menjalankan intervensi besar untuk memerangi stunting, kemiskinan, dan kelaparan hal yang menurutnya tidak bisa ditunda.

Ia mengutip pesan Bung Karno, “The hungry stomach cannot wait”, sebagai fondasi moral dari program ini.

Prabowo juga menyebut bahwa dalam program sebesar MBG, pasti akan ada kekurangan.

Namun ia menegaskan bahwa tingkat keberhasilannya mencapai 99,99 persen, sebuah angka yang ia klaim didukung data objektif.

“Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan, pasti ada penyimpangan. Tapi kita buktikan, rakyat melihat sendiri,” ucapnya.

Baca Juga: Sudah Ada Tersangka Kasus Kayu Gelondongan Banjir Tapsel, Tapi Identitas Belum Dibeberkan Polisi

Lontaran-lontaran emosional Prabowo tersebut menjadi salah satu bagian paling viral dari taklimat ini.

Narasi “Prabowo vs pakar” kembali mencuat di publik, terlebih karena disampaikan dalam nada tinggi dan penuh penekanan.***