POJOKSATU.ID - Jagat media sosial dibuat geger oleh beredarnya video seorang anggota polisi di Pohuwato yang memamerkan tumpukan uang dalam jumlah fantastis.
Sosok tersebut diketahui merupakan Brigadir DA, anggota Satuan Intelkam Polres Pohuwato.
Dalam video yang viral, Brigadir DA terlihat menunjukkan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Dorong Inovasi Layanan Kesehatan, SDM BLUD Jadi Sorotan
Uang tersebut tersimpan dalam koper, kardus, hingga karung, memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Tak butuh waktu lama, Propam Polres Pohuwato langsung bergerak cepat. Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, menegaskan pihaknya telah memerintahkan pemeriksaan terhadap Brigadir DA guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Propam segera menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan fakta sebenarnya,” ujar Busroni dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Mantan Penasehat Keamanan Israel Sebut Iran Lakukan Transisi Kepemimpinan Cepat dan Sukses
Brigadir DA sendiri diamankan di wilayah Kabupaten Gorontalo pada hari yang sama.
Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung intensif untuk mendalami asal-usul uang yang dipamerkan dalam video tersebut.
Di sisi lain, muncul dugaan bahwa uang tersebut berkaitan dengan hasil sitaan dari aktivitas tambang emas ilegal di Pohuwato.
Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan resmi terkait hal tersebut.
Busroni menegaskan, penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan.
Ia juga memastikan pimpinan memberikan perhatian serius terhadap kasus yang berpotensi mencoreng nama institusi tersebut.
Selain itu, evaluasi internal turut dilakukan, terutama terkait etika penggunaan media sosial oleh anggota kepolisian.
Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Baca Juga: 10 Jurusan Pertanian Paling Prospektif di Indonesia 2026, Ini Kampus, Biaya, dan Peluang Kerjanya
Polres Pohuwato juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Publik diminta tetap bijak dalam menyikapi konten viral yang beredar luas di media sosial.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas, sekaligus pengingat bahwa profesionalisme aparat tetap menjadi hal utama yang harus dijaga di tengah derasnya arus informasi digital.***




