POJOKSATU.id - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kehebohan setelah memperlihatkan aksi tidak biasa dari seorang penjual online shop.
Dalam rekaman itu, sang penjual datang langsung ke rumah seorang pembeli yang diduga melakukan retur secara curang.
Ia melakukan retur dengan menukar barang asli berkualitas bagus dengan pakaian lain yang kondisinya jauh lebih buruk.
Baca Juga: Ramadhan Makin Berkesan di Puncak, The Green Peak ARTOTEL Hadirkan Promo Kamar dan Bukber Spesial
Video tersebut pertama kali diunggah akun @oloploved dan langsung menyita perhatian netizen.
Situasinya tak lazim, mengingat kasus sengketa belanja online biasanya hanya berhenti di laporan aplikasi atau adu chat.
Namun kali ini, penjual memilih menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Ramadhan Makin Berkesan di Puncak, The Green Peak ARTOTEL Hadirkan Promo Kamar dan Bukber Spesial
Dalam video, penjual tampak berdiri di depan rumah pembeli sembari menjelaskan kronologi.
Ia mengaku awalnya menerima permintaan retur dengan alasan barang tidak sesuai.
Namun saat paket kembali, kondisi pakaian sudah berubah drastis lebih lusuh, berbeda bahan, dan tidak menyerupai produk yang dikirim sebelumnya.
Masalah kian memanas ketika penjual menyebut alamat yang diberikan pembeli sebelumnya sempat tidak sesuai.
Ia menduga ada upaya menghindar, hingga akhirnya memilih mendatangi langsung lokasi rumah tersebut.
Di hadapan kamera, penjual menunjukkan perbandingan barang asli dan barang retur yang diterima.
Nada suaranya terdengar kesal, namun tetap berusaha menahan emosi.
Ia menegaskan bahwa kedatangannya bukan soal nilai kerugian sekitar Rp200 ribu, melainkan masalah kejujuran.
Momen itu semakin menyita perhatian saat beberapa anggota keluarga pembeli keluar rumah.
Baca Juga: Ramadhan Makin Berkesan di Puncak, The Green Peak ARTOTEL Hadirkan Promo Kamar dan Bukber Spesial
Ada yang mencoba membela, namun ada pula yang langsung menutup pintu, seolah enggan perdebatan berlanjut.
Penjual bahkan menyatakan bahwa jika pembeli benar-benar menginginkan pakaian itu, ia rela memberikannya secara cuma-cuma.
Baginya, tindakan menukar barang secara sengaja adalah perbuatan merugikan, terlebih dilakukan pada bulan Ramadan.
Banyak netizen mengecam tindakan pembeli yang dianggap merugikan pelaku usaha kecil.
Tak sedikit pula yang berharap platform belanja online memperketat sistem retur agar kejadian serupa tak terulang.***




