POJOKSATU.ID - Viralnya aksi pemukulan terhadap seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Memicu kemarahan publik dan kembali menyoroti lemahnya pengawasan polisi terhadap pelanggaran lalu lintas yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga.
Insiden ini terekam jelas dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @duckiiiies pada Kamis 20 November 2025.
Dan hanya dalam hitungan jam langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam video berdurasi 39 detik itu, suasana jalan tampak semrawut.
Ruas jalan arah Pondok Pinang dipenuhi pengendara motor yang merayap perlahan.
Namun di sisi yang berlawanan, puluhan pemotor justru nekat melawan arus dari arah Cilandak.
Suara klakson dan teriakan pengguna jalan yang kesal bersahut-sahutan, menandakan kondisi yang sudah lama tak terkendali.
Baca Juga: Tenang, Tidak Akan Hilang! Ini Cara Pemerintah Bayarkan Sisa TPG TW 4 yang Belum Cair
Seorang pengendara yang juga merekam kejadian terlihat memprotes para pemotor yang melawan arah.
Dengan nada tinggi, ia berteriak, “Putar balik dong! Putar balik!” Namun, protes itu justru memancing kemarahan salah satu pemotor berjaket hitam yang juga mengenakan masker.
Pemotor itu membalas dengan menunjuk jalur lain seraya berkata, “Eh bisa lewat sana!” Ketegangan meningkat ketika ia terlihat mendorong motor perekam video.
Sang perekam membalas, “Lah lo pikir orang-orang, lah ini jalan kami!”
Konflik memuncak dalam hitungan detik. Pemotor berjaket hitam turun dari motor, mendekati teman perekam.
Dan memukul kepala korban yang sudah memakai helm.
Aksi kekerasan yang terjadi di tengah kerumunan ini membuat situasi semakin ricuh. Sejumlah pengguna jalan tampak terpaku, sementara yang lain memilih menjauh.
Kejadian itu membangkitkan amarah warganet.
Baca Juga: Status 02, 07, hingga 16 Belum Hijau? Ini Alasan TPG TW 3 Masih Belum Cair
Banyak yang mempertanyakan mengapa praktik lawan arus di Jalan Raya Lebak Bulus tak pernah benar-benar ditindak.
Padahal lokasi tersebut sudah terkenal rawan pelanggaran.
Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Komisaris Mujiyanto, tidak menampik bahwa jalur tersebut memang kerap disalahgunakan.
“Memang banyak di situ yang lawan arah. Kami akan tindak lanjuti dan tempatkan personel di lokasi,” ujarnya, Kamis 27 November 2025.
Baca Juga: Gaji Pensiun Tertunda? Ini 4 Penyebab Gagal Otentikasi Taspen dan Cara Mengatasinya
Namun, pernyataannya justru memicu reaksi publik.
Banyak yang menilai polisi baru bereaksi setelah ada video viral, bukan karena pengawasan rutin di lapangan.
Dalam komentar-komentar warganet, Polres Jaksel dituding “menunggu ada kasus baru bergerak”, sementara pelanggaran sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Terkait pemukulan yang terekam dalam video, Mujiyanto mengatakan itu merupakan ranah Reskrim Polsek Cilandak.
Kapolsek Cilandak, Komisaris Febriman Sarlase, mengakui kawasan tersebut memang terkenal dengan pengendara yang tidak disiplin.
“Kalau di situ tuh memang pada enggak ada yang mau ngalah,” ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban. Febriman meminta korban untuk melapor agar proses hukum bisa berjalan.
“Belum ada laporan. Kalau kekerasan harus ada LP. Jadi silakan melapor dulu,” katanya.
Meski begitu, sejumlah pihak mempertanyakan sikap polisi yang hanya menunggu laporan tanpa melakukan penyelidikan proaktif.
Baca Juga: TPG TW 4 Cair Tidak Sama? Jika Hanya 2 Bulan, Ini Tanda Daerah Anda Kekurangan Pagu
Pasalnya, bukti video sudah jelas memperlihatkan tindak kekerasan, identitas pelaku bisa ditelusuri, dan lokasi kejadian pun bukan daerah terpencil.
Situasi ini memperkuat desakan agar pihak berwenang melakukan penertiban jangka panjang, bukan sekadar patroli insidentil.
Jalan Raya Lebak Bulus yang menjadi salah satu jalur padat menuju Pondok Pinang dan Cilandak.
Dianggap harus memiliki pengawasan ketat agar pelanggaran tidak semakin membudaya.
Baca Juga: Kudeta Diam-Diam di PBNU? Gus Yahya Disebut Dicopot Lewat Surat Draf Tak Sah
Sementara itu, publik berharap korban pemukulan segera membuat laporan agar pelaku bisa diproses secara hukum.
Selain hukuman, kasus ini diharapkan menjadi momentum penertiban serius di kawasan tersebut.
Hingga artikel ini diterbitkan, pelaku pemukulan belum ditangkap, dan kondisi lalu lintas di lokasi tetap semrawut seperti biasa.***




