POJOKSATU.id - Heboh di media sosial sebuah video yang dibagikan akun Instagram @brorondm, bersumber dari @bogorplusid, mendadak membuat jagat maya geger.

Rekaman itu memperlihatkan sejumlah wali murid di SDN Pajeleran 01, Kecamatan Cibinong, meluapkan amarah mereka kepada seorang guru yang diduga membuka les berbayar untuk murid-muridnya.

Dalam video tersebut, suasana tegang tak bisa dihindari. Para orang tua terlihat geram dan menuntut penjelasan.

Baca Juga: Rumah Tangga Ridwan Kamil dan Atalia di Ujung Tanduk, Gugatan Cerai Terdaftar di PA Kota Bandung

Penyebabnya bukan sekadar soal les berbayar, melainkan dugaan perlakuan berbeda antara murid yang ikut les dan yang tidak.

Harga les itu disebut-sebut mencapai Rp250 ribu per murid.

Masalah mulai melebar ketika muncul dugaan bahwa murid yang mengikuti les berbayar akan mendapatkan nilai plus.

Baca Juga: Guru Peserta PPG Tahun 2025 Harus Tahu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan agar NRG Cepat Terbit!

Bahkan disebut-sebut bisa mendapatkan perbaikan jawaban ujian apabila melakukan kesalahan.

Sebaliknya, murid yang tidak ikut les justru diduga diberikan nilai buruk, bahkan muncul klaim ada yang sampai mendapat nilai 0 disebutkan dalam caption akun @brorondm.

Dugaan keberpihakan guru inilah yang memicu kemarahan besar dari para wali murid.

Baca Juga: 1.022 Meninggal, 206 Hilang, Majelis Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera

Mereka menilai tindakan tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga merugikan mental dan kepercayaan diri anak-anak.

Apalagi sekolah tersebut adalah sekolah negeri, sehingga praktik seperti ini dianggap sangat tidak pantas terjadi.

Namun tidak berhenti di situ. Dalam rekaman yang beredar, muncul pula keluhan lain murid yang membayar uang kas lebih besar dikabarkan akan diperlakukan lebih istimewa.

Hal ini membuat situasi semakin panas.

Baca Juga: 1.022 Meninggal, 206 Hilang, Majelis Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera

Beberapa wali murid mengaku bahwa anak-anak mereka sampai harus meminta uang kepada orang tua.

Bahkan mengaku terpaksa karena takut mendapatkan perlakuan berbeda jika tidak membayar.

Praktik seperti ini jelas membuat publik geram. Banyak netizen mengecam keras aksi yang diduga dilakukan oknum guru tersebut.

Baca Juga: Rumah Tangga Ridwan Kamil dan Atalia di Ujung Tanduk, Gugatan Cerai Terdaftar di PA Kota Bandung

Mereka menilai tindakan itu tidak hanya menciderai dunia pendidikan, tetapi juga bisa merusak mental anak dan menciptakan ketidakadilan di lingkungan sekolah.

Meski video itu telah viral dan menyedot perhatian publik, hingga kini belum ada kejelasan mengenai bagaimana akhir dari kejadian tersebut.

Tidak ada pernyataan resmi dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun pihak lain yang berkaitan dengan kasus ini.

Baca Juga: 1.022 Meninggal, 206 Hilang, Majelis Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional di Sumatera

Netizen pun semakin bertanya-tanya, apakah benar praktik ini sudah lama terjadi, dan bagaimana sanksinya jika tuduhan itu terbukti.

Masyarakat berharap pihak sekolah dan instansi terkait segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran lebih lanjut.

Hingga kini, video tersebut terus menyulut kemarahan publik dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Banyak yang menilai kasus ini harus diusut tuntas karena menyangkut integritas lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat belajar.

Bukan malah arena transaksi untuk mendapatkan nilai.***