POJOKSATU.ID - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu gelombang kemarahan warganet.

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria tuna wicara yang tengah melakukan siaran langsung (live streaming), namun justru menjadi sasaran ejekan oleh seorang pria yang diduga oknum guru dan tampak masih mengenakan seragam dinas.

Yang membuat publik semakin tersentuh, korban diketahui sudah menunjukkan sikap hormat sejak awal interaksi.

Baca Juga: Viral Banjir Papua Bawa Ribuan Gelondongan Kayu, Netizen Langsung Curiga Ada yang Tak Beres

Dalam video tersebut, pria tuna wicara itu tidak bersikap provokatif atau kasar.

Sebaliknya, ia justru menyadari posisi lawan bicaranya sebagai seorang pendidik dan sempat mengingatkan dengan kalimat sederhana namun penuh makna.

“Pak, bapak ini guru loh,” ucap korban dengan bahasa tubuh yang menunjukkan kesantunan.

Baca Juga: Serunya Bazar Siaga SDN Plawad IV Karawang, Siswa Jual Spaghetti hingga Puding

Namun, peringatan itu tak diindahkan. Dalam potongan video yang viral, terdengar suara pria yang diduga oknum guru tersebut menirukan cara bicara korban.

Tindakan itu bahkan disertai tawa seorang perempuan yang diduga berasal dari lingkungan keluarga pelaku.

Adegan tersebut menuai kecaman luas karena dinilai merendahkan martabat penyandang disabilitas.

Baca Juga: Respons Keras Istana, Teddy Ingatkan Publik Jangan Salah Narasi karena Negara Sudah Bekerja Sejak Detik Pertama Bencana Sumatera

Video itu dengan cepat menyebar setelah dibagikan ulang oleh sejumlah akun media sosial. Reaksi publik pun tak terbendung.

Banyak warganet mengungkapkan kemarahan sekaligus kekecewaan, terutama karena tindakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru yang seharusnya menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku.

“Miris sekali, yang punya keterbatasan justru lebih beradab,” tulis salah satu warganet.

Baca Juga: Dualisme PBNU Tak Kunjung Reda, Pj Ketum Zulfa Mustofan Keliling Pesantren di Jatim Cari Dukungan?

“Kalimat ‘bapak ini guru loh’ itu tamparan keras soal etika,” komentar warganet lainnya.

Sejumlah warganet menilai peristiwa ini sebagai ironi moral.

Korban yang merupakan penyandang disabilitas justru menunjukkan pemahaman etika sosial yang tinggi, sementara oknum guru yang memiliki peran mendidik malah memperlihatkan perilaku tidak pantas.

Baca Juga: Terungkap! Fakta-Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Bekasi hingga Kantor Pemkab Disegel

Publik juga mempertanyakan identitas guru yang terlibat serta meminta instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran.

Banyak pihak mendesak agar ada tindakan tegas jika terbukti pelaku benar merupakan tenaga pendidik aktif.

“Tolong ini ditindak. Kalau benar guru, ini mencoreng dunia pendidikan,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan.

Kasus ini kembali membuka diskusi soal perlindungan penyandang disabilitas dari perundungan, terutama di ruang digital.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Perjalanan Jauh dengan Motor agar Tetap Aman dan Nyaman

Tindakan mengejek, apalagi dilakukan secara terbuka dan direkam, dinilai sebagai pelanggaran etika serius dan dapat berdampak pada kondisi psikologis korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang diduga terlibat.

Publik berharap kejadian ini tidak berlalu begitu saja dan menjadi momentum evaluasi bersama, terutama bagi dunia pendidikan, agar nilai empati dan kemanusiaan benar-benar dijunjung tinggi.***