POJOKSATU.id - Jagat media sosial kembali digegerkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi intimidasi terhadap.

seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh sekelompok ojek pangkalan (opang) di kawasan Stasiun Duri, Jakarta Barat, Kamis malam, 4 Desember 2025.

Video itu sontak menyebar cepat di berbagai platform, memancing kemarahan warganet yang geram melihat perlakuan kasar para opang terhadap sang ojol.

Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Smartboard, Kejati Sumut Resmi Tahan Kadis Pendidikan Tebingtinggi Tahun 2024

Dalam rekaman yang diunggah, terlihat jelas bagaimana sang ojol dikepung dan diintimidasi.

Suasana tampak tegang, sementara salah satu opang tampak mendorong hingga memukul sang ojol.

Aksi itu terjadi begitu cepat, namun cukup untuk membuat siapa pun yang menontonnya ikut merinding dan geregetan.

Baca Juga: Siap Unggul di Ujian Semester Ganjil! Contoh Soal dan Pembahasan Materi Teks Deskripsi Kurikulum Merdeka Kelas 7 Semester 1

Sikap agresif para opang membuat banyak netizen merasa tindakan itu sudah di luar batas.

Yang membuat publik semakin miris adalah kondisi penumpang yang memesan ojol tersebut.

Dalam video, ia terlihat sangat ketakutan, bahkan seperti berusaha melindungi pengemudi yang hendak menjemputnya.

Baca Juga: Tetap Waspada, Jangan Panik! BMKG Beberkan Sumut Tak Sepenuhnya Bebas dari Potensi Hujan di Empat Daerah Ini

Suaranya terdengar gemetar, ia berkali-kali meminta maaf kepada para opang meski ia sendiri tidak salah.

Keadaan itu memperlihatkan betapa mencekam situasi yang dialami penumpang dan ojol tersebut.

Warganet langsung membanjiri kolom komentar dengan kecaman keras. Banyak yang menyebut tindakan opang tersebut tidak manusiawi, tidak etis, dan sangat memalukan.

Beberapa bahkan mengingatkan bahwa konflik antara ojol dan opang yang sudah lama mereda bisa saja kembali memanas karena kejadian seperti ini.

Banyak netizen juga mengungkapkan rasa geram karena kasus intimidasi terhadap ojol masih saja terjadi, padahal transportasi online sudah menjadi kebutuhan umum masyarakat.

Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Smartboard, Kejati Sumut Resmi Tahan Kadis Pendidikan Tebingtinggi Tahun 2024

Namun tak lama setelah video itu viral, muncul komentar resmi dari Polsek Tambora di kolom komentar akun Instagram @jakartabarat24jam, tempat video tersebut pertama kali ramai dibahas.

Dalam komentarnya, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka telah mengusut kejadian itu dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku kekerasan.

Pernyataan itu sedikit meredakan amarah publik yang sudah terlanjur meledak.

Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Smartboard, Kejati Sumut Resmi Tahan Kadis Pendidikan Tebingtinggi Tahun 2024

Selain itu, Polsek Tambora juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya komunitas ojol dan netizen, untuk tidak terprovokasi oleh video tersebut.

Mereka meminta agar publik tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang, memastikan bahwa kasus ini tidak berkembang menjadi konflik baru.

Meski demikian, amarah warganet belum sepenuhnya padam. Mereka tetap menuntut adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Smartboard, Kejati Sumut Resmi Tahan Kadis Pendidikan Tebingtinggi Tahun 2024

Banyak yang berharap polisi benar-benar memproses pelaku intimidasi itu secara hukum.

Sementara sebagian lainnya menilai bahwa regulasi mengenai titik penjemputan dan relasi antara opang dan ojol harus kembali diperjelas agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan.

Viralnya video ini memperlihatkan kembali betapa rapuhnya hubungan antara transportasi daring dan konvensional di lapangan.

Warganet berharap kasus ini menjadi momentum agar kekerasan terhadap pengemudi ojol tidak terus berulang.

Dan semua pihak bisa sama-sama mencari solusi tanpa harus melibatkan intimidasi atau tindakan anarkis.***