POJOKSATU.id - Sebuah video kembali viral di media sosial dan memantik gelombang haru dari warganet.
Dalam rekaman itu, terlihat seorang nenek tua berjalan perlahan menerobos lumpur tebal pasca banjir yang melanda Pidie Jaya, Aceh.
Tubuhnya yang kurus, langkahnya yang terseret, dan lumpur yang hampir setinggi lutut membuat banyak orang tak sanggup menahan rasa pilu saat menyaksikannya.
Baca Juga: Viral Influencer Amerika Bikin Geger, Video Hutan Indonesia Ternyata Gundul Sejauh Mata Memandang
Nenek tersebut tampak berusaha mempertahankan keseimbangan di setiap langkah. Lumpur cokelat pekat menempel hampir di seluruh bagian tubuhnya.
Setiap langkah terlihat begitu berat, seolah lumpur itu menahan kedua kakinya agar tak bisa bergerak maju.
Namun ia tetap berjalan, menundukkan tubuhnya sedikit, memastikan tidak terpeleset. Tujuannya hanya satu mendapatkan sekotak nasi bantuan dari relawan.
Ketika akhirnya ia mendekati tempat relawan menunggu, tubuhnya sudah penuh lumpur.
Relawan itu kemudian menyerahkan sekotak nasi sambil memastikan sang nenek tidak kehilangan keseimbangan.
Momen sederhana tersebut terasa menyayat, seperti potongan kecil dari perjuangan panjang warga terdampak banjir.
Tak lama setelah video diunggah, komentar pun berdatangan dari warganet.
Banyak yang merasa sedih dan mengaku hatinya ikut remuk melihat seorang nenek seusia itu harus bersusah payah menerobos lumpur hanya demi mendapatkan makanan.
Sebagian menyoroti betapa beratnya dampak bencana bagi lansia yang tinggal di daerah pedalaman.
Namun video itu juga memicu perdebatan.
Ada yang menilai relawan seharusnya menghampiri nenek itu langsung ke dalam lingkungan rumahnya agar nenek tidak perlu berjalan sejauh itu.
Baca Juga: Viral Influencer Amerika Bikin Geger, Video Hutan Indonesia Ternyata Gundul Sejauh Mata Memandang
Mereka menganggap relawan semestinya bisa lebih sigap mendekat, mengingat kondisi fisik sang nenek yang rentan.
Di tengah ramainya komentar tersebut, pengunggah video akhirnya memberikan klarifikasi.
Ia menuliskan bahwa sang nenek sendiri yang meminta para relawan menunggu di depan rumah.
Menurutnya, halaman rumah nenek itu justru jauh lebih dalam lumpurnya, sehingga jika relawan masuk, akan jauh lebih sulit bagi mereka untuk keluar.
Nenek itu tak ingin merepotkan siapa pun.
Ia memilih berjalan sendiri, meski tubuhnya tidak lagi kuat.
Baca Juga: PPPK Penuh dan PPPK Paruh Waktu, Mana yang Potongan Gajinya Lebih Besar?
Penjelasan ini membuat banyak warganet terdiam dan semakin terharu, karena ternyata apa yang dilakukan sang nenek bukan hanya soal mengambil bantuan.
Tetapi juga tentang rasa sungkan dan ketegaran yang dimilikinya.
Di sisi lain, beberapa warganet turut membela relawan.
Mereka menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan di lokasi banjir sering kali harus dilakukan cepat, karena relawan harus berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Medan yang tidak stabil juga membuat mereka tidak bisa masuk sembarangan, terutama jika risiko terperosok atau terjebak lumpur cukup tinggi.
Apa pun perdebatan yang muncul, satu hal tetap sama video itu membuka mata banyak orang tentang kenyataan berat yang dialami korban banjir, terutama para lansia.
Dari langkah demi langkah nenek itu di tengah lumpur, warganet melihat keteguhan, kerendahan hati, dan perjuangan yang tak semua orang mampu jalani.
Video itu bukan hanya viral, tetapi juga meninggalkan pesan mendalam bahwa masih banyak orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan nyata.***




