POJOKSATU.id - Kehebohan terjadi di Solo setelah kediaman Presiden Joko Widodo di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, tiba-tiba muncul dengan label tak lazim di aplikasi Google Maps.

Lokasi tersebut mendadak terbaca publik sebagai Tembok Ratapan Solo, sebuah nama yang sontak memancing rasa penasaran warga hingga viral di media sosial.

Fenomena ini bermula dari penamaan yang muncul di Google Maps dan menyebar cepat setelah beberapa unggahan TikTok.

Baca Juga: Setengah Penduduk Indonesia Hidup dari BPJS Gratis! PBI Tembus 152 Juta Jiwa, Cak Imin Ungkap Fakta Mengejutkan

Hal ini memperlihatkan pengguna berdiri di depan pagar rumah Jokowi sambil bergaya seolah “meratap”.

Salah satu video viral bahkan menyebut lokasi itu sebagai spot hype untuk Gen Z, sehingga makin memicu arus warganet mendatangi kawasan tersebut.

Dikutip PojokSatu.id dari Detik, ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, membenarkan bahwa ia sudah mengetahui keberadaan label unik tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Benfica vs Real Madrid, 18 Februari 2026: Mourinho Tantang Mantan di Play Off Liga Champions

Namun ia tidak bisa memastikan apakah Presiden Jokowi sendiri sudah melihatnya.

Syarif menambahkan, tidak ada pembatasan khusus bagi warga yang datang ke sekitar lokasi, selama tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas penghuni.

Dikutip Pojoksatu.id dari Radarsolo Jawapos, penamaan “Tembok Ratapan Solo” bukanlah sebutan resmi dari pemerintah maupun keluarga Jokowi.

Baca Juga: Setengah Penduduk Indonesia Hidup dari BPJS Gratis! PBI Tembus 152 Juta Jiwa, Cak Imin Ungkap Fakta Mengejutkan

Nama itu muncul karena kontribusi pengguna Google Maps yang bebas memasukkan label lokasi, sebelum akhirnya diverifikasi atau dihapus oleh sistem.

Dalam sejumlah kasus, nama kreatif seperti ini memang bisa sempat tampil dan kemudian hilang jika masa viral nya sudah lewat.

Banyak netizen ikut berkomentar bahwa memang ini hanya candaan, namun ada juga yang berlebihan karena bisa menganggu privasi rumah jokowi.

Meski sekilas bernuansa humor, pihak keamanan tetap mengimbau warga agar bijak berinteraksi di sekitar kediaman pribadi presiden.

Hingga kini, label Tembok Ratapan Solo sudah tidak lagi terlihat di Google Maps, namun viralnya masih ramai diperbincangkan.***