POJOKSATU.ID - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu keprihatinan publik setelah memperlihatkan sekelompok murid sekolah dasar berusaha melerai pertengkaran dua orang guru di dalam kelas.

Rekaman tersebut menunjukkan situasi memalukan yang jauh dari citra ideal seorang pendidik di hadapan siswa.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak dua guru terlibat adu mulut hingga menimbulkan suasana ricuh.

Baca Juga: Pelantikan PPPK Tasikmalaya Pecah! Dari Selebrasi, Yel-Yel, Hingga Arak Wali Kota

Beberapa siswa yang berada di dalam kelas terlihat panik dan berupaya menenangkan kedua orang dewasa tersebut.

Meski belum diketahui apa penyebab pasti pertengkaran, perilaku ini langsung menuai kritik keras dari warganet dan pemerhati pendidikan.

Insiden ini dianggap mencerminkan lemahnya profesionalisme oknum guru dalam menjaga etika dan stabilitas emosi.

Banyak pihak menilai bahwa pertengkaran di depan murid, terlebih sampai harus dilerai oleh anak-anak, merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap kode etik pendidik.

Baca Juga: BREAKING! Dana Pensiun ASN Kembali Utuh, KPK Setor Rp 883 Miliar ke Taspen, Simak Penjelasannya!

Publik menyoroti bahwa guru seharusnya menjadi contoh kedewasaan dan pengendalian diri, bukan justru menambah trauma bagi siswa yang menyaksikan konflik tersebut.

Pakar pendidikan menyebut bahwa kejadian seperti ini berpotensi memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi murid.

Mereka bisa merasa cemas, takut terhadap lingkungan sekolah, hingga kehilangan rasa hormat pada figur guru.

Baca Juga: Hard Skill yang Terus Dicari Perusahaan di Berbagai Industri, Karier Tetap Aman hingga Puluhan Tahun

Dalam beberapa kasus, anak-anak dapat menganggap perkelahian sebagai cara penyelesaian masalah, karena mereka melihat langsung perilaku buruk dari orang yang seharusnya menjadi panutan.

Di sisi lain, insiden ini juga menyoroti lemahnya pengawasan internal di sekolah.

Konflik pribadi atau masalah komunikasi antara guru seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme formal, bukan meledak di ruang kelas.

Baca Juga: Heboh! Siswa SMK di Bogor Di-DO karena Rokok dan Video Porno, Orang Tua Gugat Sekolah

Pengamat menyarankan adanya evaluasi disiplin, pembinaan, dan pelatihan manajemen emosi bagi tenaga pengajar agar kejadian serupa tidak terulang.

Publik ramai menyerukan agar pihak sekolah memberikan klarifikasi terbuka dan mengevaluasi kedua guru yang terlibat.

Mereka juga meminta dinas pendidikan turun tangan memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu WAJIB Tahu! Aturan Mutasi Baru Resmi Berlaku Mulai 2026, Ini Detailnya!

Keamanan dan kenyamanan belajar disebut sebagai hak dasar siswa yang wajib dijaga oleh satuan pendidikan.

Kejadian ini juga mengundang diskusi lebih luas mengenai kesejahteraan dan beban kerja guru.

Beberapa pihak berpendapat bahwa tekanan pekerjaan mungkin berkontribusi pada konflik internal, sehingga sekolah perlu menyediakan ruang dialog dan konseling bagi tenaga pendidik.

Namun, sebagian besar publik tetap berpendapat bahwa apa pun alasannya, pertengkaran di depan siswa tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga: Kutipan ASN Rp 50 Ribu Diduga Pungli, Disebut Sukarela Tapi Nominal Dipatok!

Video yang viral ini kini menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter.

Guru memiliki tanggung jawab moral besar untuk menjaga perilaku mereka di hadapan siswa.

Kejadian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius bagi semua pihak demi memastikan sekolah kembali menjadi ruang aman bagi anak-anak.***