POJOKSATU.id - Ramadan memang tak pernah kehabisan kejutan.

Namun apa yang terjadi di Masjid Thohiron Mubarokah, Gresik, beberapa hari terakhir benar-benar membuat warganet terperangah.

Sebuah video yang diunggah akun media sosial @adentaitak memperlihatkan momen tak biasa setelah salat tarawih.

Baca Juga: Heboh! Bupati Kudus Minta ASN Patungan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

Para jemaah wanita tiba-tiba dibagikan amplop oleh seorang perempuan.

Dalam video itu, saf wanita masih rapi dan para jemaah duduk tenang.

Tiba-tiba seorang perempuan berjalan menyusuri barisan dengan membawa tumpukan amplop.

Baca Juga: Heboh! Bupati Kudus Minta ASN Patungan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

Jumlahnya bukan satu dua, tetapi banyak sekali. Satu per satu amplop itu diberikan kepada seluruh jemaah di saf tersebut.

Momen tersebut sontak menjadi viral karena diduga amplop itu berisi uang ratusan ribu rupiah.

Unggahan itu langsung berpindah dari satu platform ke platform lain, mengundang komentar humor hingga pro-kontra.

Baca Juga: 7 Tempat Bukber Instagramable 2026 di Bandung, View Pegunungan dan Rooftop Cantik Jadi Favorit Anak Muda

Sebagian warganet bercanda meminta lokasi masjid agar bisa langsung tarawih di sana.

Ada pula yang menulis bahwa jika setiap malam mendapat amplop, mereka berjanji tak akan bolong tarawih sebulan penuh.

Namun tidak sedikit juga yang mengingatkan agar niat ibadah tidak bergeser hanya karena iming-iming amplop.

Tarawih, menurut mereka, tetap harus dijalankan demi ibadah, bukan hadiah.

Di tengah riuh komentar itu, ada satu komentar yang dianggap menyentuh.

Baca Juga: Dari Fresh Graduate ke Dunia Media Digital: Cerita Saya Bertumbuh Lewat Magang Nasional di PT Pojok Satu Indonesia

Seorang netizen menulis bahwa ia tak ingin menjadi penerima amplop, tetapi ingin suatu hari berada di posisi sang pemberi merasakan indahnya memberi di bulan Ramadan.

Belakangan, pihak masjid menjelaskan bahwa program pembagian amplop memang rutin dilakukan selama Ramadan, dengan jeda dua hingga tiga hari sekali.

Tujuannya bukan semata menarik perhatian, melainkan menjaga masjid tetap hidup, meningkatkan semangat ibadah, dan mengapresiasi jemaah yang menuntaskan salat hingga selesai.

Baca Juga: Heboh! Bupati Kudus Minta ASN Patungan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

Mereka berharap masjid terus dipenuhi jemaah, bukan hanya karena amplop, tetapi karena kesadaran untuk beribadah sepanjang bulan suci.***