POJOKSATU.id, JAKARTA - Viral di media sosial kecelakaan yang melibatkan kendaraan berpelat dinas TNI bernomor 14-03 menabrak mobil Honda HRV silver di sekitar Flyover Cawang, Jakarta Selatan, Minggu (12/3/2023) jadi sorotan.

Kecelakaan itu menjadi perbincangan usai diunggah akun media sosial pemilik mobil yang ditabrak bernama @delimalma.

Menurut kronologi Delima, pengemudi mobil HRV itu menghindari mobil sedan yang berada di depannya karena tiba-tiba berhenti mendadak karena menghindari lubang.

Ia pun lantas mengerem untuk menghindari tabrakan sedan tersebut. Naas, saat itu pula mobilnya tiba-tiba ditabrak oleh mobil dinas TNI itu dan menyebabkan bagian bagian belakang mobilnya ringsek.

Merespons hal itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto membenarkan jika mobil yang terlibat tabrakan itu merupakan kendaraan dinas milik Kodam Jaya.

"Iya benar itu mobil milik anggota Kodam Jaya, saat ini kasusnya sudah ditangani Pomdam Jaya," kata Untung saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2023).

Disebutkan juga jika pengemudi mobil itu merupakan seorang anggota TNI kelahiran tahun 1999.

Untung mengatakan, pengemudi mobil Pajero itu merupakan seorang anggota Kodam Jaya berpangkat Tamtama Remaja bernama Pratu Kevin Julian.

"Iya itu sopirnya seorang Tamtama remaja, anggota Kodam Jaya," ucapnya.

Untung menyebut kasus kecelakaan itu sudah diselidiki Pomdam Jaya. Keduanya juga diundang ke Kodam Jaya untuk diselesaikan secara baik-baik.

Pihaknya memeriksa pengemudi mobil dinas tersebut.

"Sudah ditangani Pomdam Jaya," tutup Untung.

Namun demikian, Delima juga memberikan informasi terbaru perihal penyelesaian kasus ini. Melalui akun Twitternya, Delima menyebut kasus itu sudah selesai dan ia juga sudah bertemu dengan oknum TNI tersebut.

"Jadi hari ini dari pagi gue ke Pomdam Jaya untuk membahas terkait kecelakaan ini. Sampe di sana diarahin untuk ke Dansatlaklidpamfik untuk buat laporan terkait kejadiannya dulu gimana kronologinya," kata Delima

"Setelah laporannya kelar, akhirnya dipertemukan deh antara gue dengan perwakilan kodam beserta mas KJ ini juga. To clarify, mas KJ ini Pratu yaa, jadi bukan anak pemilik mobil dinas tersebut. Dia juga punya SIM TNI jadi valid ya dia emang eligible to use the car," jelasnya singkat.

Delima menegaskan, jika insiden tabrakan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Baik Delima dan Pratu KJ bersepakat untuk mencari titik tengah agar kerugian kerusakan mobil bisa diselesaikan.

"Intinya kita musyawarah kekeluargaan aja untuk menemukan titik tengahnya dan sepakat untuk berdamai dengan kompensasi yang bisa dipenuhi. Gue dan mas KJ ini buat surat pertanyaan bahwa sudah sepakat dan that’s it, case closed with peace," tutup Delima. (Fandi/Pojoksatu)