POJOKSATU.id - Sebuah video dramatis dari Gayo Lues, Aceh, viral luas di media sosial setelah memperlihatkan detik-detik mobil dinas Camat Pantan Cuaca terseret arus sungai yang meluap akibat hujan ekstrem.
Dalam rekaman yang beredar, warga tampak panik saat berusaha menahan laju mobil dengan mengikatkan kawat seling ke bagian bodi kendaraan agar tidak hanyut lebih jauh.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB di Kecamatan Pantan Cuaca.
Baca Juga: Viral! Bule Australia Datang ke Sumatera demi Menikah, Masuk Islam dan Beri Mahar Rp12 Miliar
Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Gayo Lues sejak pagi hingga membuat aliran Sungai Tripe meluap.
Arus yang meningkat tiba-tiba menghantam jembatan penghubung kecamatan hingga roboh seketika.
Di saat bersamaan, mobil dinas milik Camat Pantan Cuaca diketahui berada di titik dekat jembatan yang ambruk.
Fakta yang menarik perhatian publik yang dilansir dari Kompas adalah bahwa mobil tersebut sebenarnya telah terjebak di lokasi itu selama berminggu-minggu sebelum akhirnya hanyut.
Mobil sempat tak bisa dievakuasi akibat akses jalan yang rusak dan kondisi jembatan yang sudah tidak aman dilintasi sejak banjir sebelumnya.
Namun saat jembatan benar-benar ambruk pada hari kejadian, mobil terseret derasnya arus sungai hingga menimbulkan kepanikan warga setempat.
Baca Juga: Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Kampus Kedinasan Pelayaran Pertama di Indonesia
Video yang direkam warga memperlihatkan suara teriakan panik saat arus sungai yang keruh menghantam badan mobil.
Dalam upaya spontan, beberapa warga nekat turun ke bibir sungai untuk memasang kawat seling ke mobil agar tidak terbawa semakin jauh.
Upaya ini berhasil memperlambat hanyutnya mobil. Warga kemudian bekerja sama menarik mobil ke posisi yang lebih aman sambil menunggu bantuan.
Meski demikian, badan mobil sudah dalam kondisi miring dan terbawa beberapa meter dari posisi awal.
Video peristiwa tersebut dengan cepat menyebar di Instagram, Facebook, hingga Threads, memicu gelombang komentar warganet yang menyoroti rusaknya infrastruktur di daerah tersebut.
Baca Juga: Viral! Bule Australia Datang ke Sumatera demi Menikah, Masuk Islam dan Beri Mahar Rp12 Miliar
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum mengeluarkan pernyataan resmi soal kondisi jembatan maupun proses evakuasi penuh kendaraan dinas camat tersebut.
Warga berharap adanya tindakan cepat mengingat jembatan yang ambruk merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa desa di Pantan Cuaca.
Selain menyoroti kondisi mobil camat, publik juga mempertanyakan kondisi infrastruktur yang dinilai kerap rusak setiap kali hujan deras melanda wilayah dataran tinggi Gayo Lues.
Baca Juga: Disorot Dugaan Penimbunan Pertalite, Pertamina Regional JBB Pastikan Pengawasan SPBU Diperketat
Banjir mendadak dan luapan sungai menjadi persoalan berulang yang belum mendapatkan solusi jangka panjang.
Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan kuatnya arus sungai yang disebabkan cuaca ekstrem.
Tetapi juga menjadi pengingat bahwa perbaikan dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana sangat mendesak dilakukan.
Baca Juga: Disorot Dugaan Penimbunan Pertalite, Pertamina Regional JBB Pastikan Pengawasan SPBU Diperketat
Warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang, terutama pada fasilitas penting seperti jembatan dan akses antarwilayah.***




