POJOKSATU.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali memantik kemarahan publik setelah memperlihatkan sekelompok orang yang diduga mahasiswa memanfaatkan sebuah ambulans untuk kepentingan pribadi.
Rekaman itu ramai dibagikan di berbagai platform dan disebut-sebut terjadi di wilayah Bali, tepat saat kondisi lalu lintas sedang padat.
Dalam video tersebut, ambulans tampak melaju di antara barisan kendaraan sambil menyalakan sirine layaknya sedang membawa pasien kritis.
Baca Juga: Banjir Seleher di Sumbar, Pria Rela Nyawa Taruhannya Demi Selamatkan Kucing Kucingnya
Namun, alih-alih digunakan untuk keperluan medis, sirine itu justru dipakai sebagai bagian dari skenario konten hiburan.
Di dalam ambulans terlihat beberapa pemuda yang diduga mahasiswa tertawa, merekam video, dan mengambil gambar seolah sedang bermain peran dalam situasi darurat.
Aksi itu langsung menyulut gelombang kritik dari warganet.
Banyak yang menilai bahwa peristiwa tersebut bukan hanya tindakan ceroboh dan tidak menghormati fungsi ambulans, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.
Sirine ambulans seharusnya menjadi isyarat penting agar kendaraan lain memberi jalan demi menyelamatkan nyawa.
Ketika sinyal darurat itu dipakai untuk konten hiburan atau kepentingan pribadi, kepercayaan publik terhadap kendaraan darurat pun terancam rusak.
Baca Juga: Usul SIM Seumur Hidup Gegerkan Publik! DPR Desak Polri Hapus Perpanjangan, Benarkah Bisa Terwujud?
Bagi masyarakat luas, ambulans adalah fasilitas vital yang digunakan dalam kondisi genting.
Pengguna jalan biasanya langsung mengalah untuk memberi ruang.
Ketika sebuah ambulans dioperasikan tanpa alasan mendesak, risiko kecelakaan meningkat, terutama pada jam-jam sibuk di mana lalu lintas Bali dikenal cukup padat.
Dalam video yang kini viral itu, situasi makin disorot karena sirine dan lampu rotator dinyalakan nonstop.
Aksi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa kendaraan itu sengaja digunakan untuk memanfaatkan prioritas jalan, meski tujuannya hanya untuk kesenangan pribadi dan konten hiburan.
Sejumlah komentar pedas bermunculan. Banyak warganet menyebut tindakan para mahasiswa itu sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas publik sekaligus bukti minimnya kesadaran terhadap etika berlalu lintas.
Baca Juga: Putusan Final MA Tegaskan Hak Kepemilikan Merek Kutus Kutus, Investor dan Pasar Dapat Kepastian
Sebagian bahkan mendesak aparat kepolisian dan dinas kesehatan untuk menyelidiki asal-usul ambulans tersebut, termasuk apakah kendaraan itu milik instansi resmi, pihak swasta, atau justru disewa tanpa pengawasan.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, dinas kesehatan, ataupun institusi pendidikan yang dikaitkan dengan para mahasiswa tersebut.
Belum diketahui dengan jelas apakah ambulans itu digunakan dengan izin atau tidak, siapa yang mengemudikan, serta apakah ada pihak yang bertanggung jawab langsung.
Meski demikian, desakan publik untuk meminta klarifikasi semakin menguat.
Banyak pihak berharap otoritas segera memberikan penjelasan, terlebih kasus ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan ambulans di berbagai daerah.
Penyalahgunaan fasilitas darurat dikhawatirkan dapat menciptakan preseden buruk dan mendorong tindakan serupa oleh pihak lain.***




