POJOKSATU.id - Media sosial diramaikan viral jembatan reyot di Cianjur tapi tetap dilewati anak SD yang tengah berangkat sekolah.
Tidak hanya reyot, jembatan kayu dan bambu itu juga sudah dalam keadaan miring.
Meski begitu, jembatan reyot dan miring di Cianjur itu tetap dilewati anak SD setiap hari agar bisa sampai ke sekolahnya.
Selain reyot dan miring, beberapa papan kayu juga sudah berlubang di beberapa bagian.
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Salam Empat Jari Viral di Media Sosial, Hastag Asal Bukan Prabowo Tranding
Disebutkan bahwa jembatan reyot dan miring itu berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur.
Namun jembatan tersebut baru viral setelah beredar video 2 anak SD berangkat sekolah melewati jembatan tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Karangtengah, Ahmad mengatakan, jembatan tersebut merupakan penghubung utama desanya dengan Desa Rawagede.
"Betul, kondisinya sudah sangat tidak layak dan membahayakan," kata Ahmad, Selasa 30 Januari 2024.
Baca Juga: Viral Bayaran ITB Pakai Pinjol, OJK Panggil Danacita, Ini Hasilnya
Ahmad menjelaskan, sebelum mempergunakan jembatan tersebut, warga biasanya menggunakan jembatan utama yakni Jembatan Cigugur.
Namun, sejak diterjang banjir bandang hingga rusak pada 2019 lalu, warga terpaksa membangun dan menggunakan jembatan kayu tersebut.
"Tahun 2019 lalu jembatan utamanya rusak karena banjir bandang. Hal itu membuat warga harus membangun jembatan darurat dari kayu," kata dia.
Sejak itu, setiap tahun pemerintah desa dan warga selalu patungan untuk untuk perawatan jembatan setinggi 9 meter tersebut.
Bahkan, Ahmad mengklaim pihak desa selalu mengusulkan pembangunan jembatan yang layak untuk menggantikan jembatan kayu yang melintang 24 meter tersebut.
"Kami selalu mengusulkan tiap tahun, karena jembatan tersebut menjadi akses utama kami untuk akses pendidikan hingga perekonomian warga. Tapi tak kunjung dibangun," ungkapnya.
Ia khawatir jika tak kunjung dibangun akan menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.
"Sudah dua orang pengendara yang terjatuh di jembatan karena licin. Beruntung pengendara tersebut tak jatuh ke sungai," tambahnya.
Pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Cianjur bisa segera membangun jembatan kayu tersebut menjadi jembatan yang layak.
Terpisah, Camat tanggeung Sofyan Sauri mengungkapkan sebelum pandemi, jembatan tersebut sudah akan dibangun.
Namun karena refocusing terhadap pandemi, maka pembangunannya pun ditunda.
"Kita juga sudah setiap tahun mengajukan pembangunan jembatan tersebut. Mudah-mudahan tahun ini bisa menjadi prioritas karena sudah dibahas di Musrembang," tutupnya.***



