POJOKSATU.id - Kasus penipuan yang menyeret nama Ayu Puspita Dinanti kembali membuat publik geram.
Sosok yang dikenal menawarkan jasa wedding organizer (WO) dengan harga supermurah ini kini tengah menjadi pusat sorotan.
Setelah puluhan pasangan pengantin mengaku tertipu hingga total kerugian disebut mencapai Rp 15 miliar.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Turap Kali Rawalumbu Abrasi
Janji manis, promo fantastis, dan paket pernikahan harga miring yang awalnya terlihat menggiurkan, ternyata menjadi jebakan halus yang berhasil menjerat banyak korban.
Modus Ayu Puspita terungkap setelah beberapa pengantin membagikan pengalaman pahit mereka melalui media sosial.
Mereka menceritakan bagaimana Ayu menawarkan paket pernikahan lengkap mulai dari gedung, dekorasi, MUA.
Dokumentasi hingga katering dengan harga hanya sekitar Rp 75 juta untuk 300 tamu.
Tak hanya itu, paket tersebut bahkan dilengkapi bonus seperti tambahan food stall, free venue, hingga hadiah perabot rumah tangga.
Penawaran fantastis ini sontak membuat banyak calon pengantin merasa menemukan “WO impian”.
Namun semua berubah menjadi mimpi buruk saat hari pernikahan tiba. Sejumlah pengantin mengungkapkan bahwa katering tidak muncul sama sekali di lokasi.
Tamu undangan dibiarkan menunggu tanpa makanan, sementara pihak keluarga hanya bisa menahan malu.
Beberapa vendor dekorasi pun mengaku tidak menerima pembayaran penuh meski paket telah dilunasi oleh pengantin.
Situasi semakin kacau ketika Ayu Puspita menghilang dan tidak merespons pesan dari klien maupun vendor.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Turap Kali Rawalumbu Abrasi
Puncak kemarahan publik terjadi setelah sebuah video pengakuan Ayu viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ayu menyebut bahwa dana dari klien baru digunakannya untuk "modal wedding sebelumnya"
Sehingga ia selalu membutuhkan pembayaran dari korban berikutnya untuk menutup biaya operasional.
Pernyataan ini dinilai sebagai bukti bahwa aktivitas keuangan Ayu menyerupai skema Ponzi.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Turap Kali Rawalumbu Abrasi
Di mana uang korban baru dipakai untuk menutupi kewajiban kepada korban lama hingga akhirnya sistem kolaps.
Sejumlah korban mengaku mulai curiga sejak Ayu terus-menerus meminta percepatan pelunasan dengan dalih promosi terbatas.
Bahkan ada pasangan yang diminta melunasi hingga setahun sebelum hari H. Saat kasus ini meledak, pola penipuan menjadi terlihat jelas.
Semakin banyak klien baru, semakin besar kemampuan Ayu menutup kekurangan dana sebelumnya.
Namun saat tak ada lagi pemasukan, pernikahan-pernikahan yang jatuh pada tanggal berikutnya gagal total.
Beberapa vendor yang bekerja sama dengan Ayu juga mengaku telah menjadi korban.
Mereka mengungkap bahwa pembayaran sering tidak jelas, tidak tepat waktu, bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali.
Vendor katering menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka biasanya harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Turap Kali Rawalumbu Abrasi
Ketika dana tidak cair dari Ayu, layanan otomatis tidak bisa diberikan, dan pengantinlah yang akhirnya terkena dampaknya.
Akun media sosial Ayu Puspita kini dibanjiri ribuan komentar warganet yang meminta pertanggungjawaban.
Beberapa akunnya tampak membatasi komentar, sementara unggahan terakhirnya dipenuhi kecaman para korban dan netizen.
Baca Juga: Terkuak! PPPK Ternyata Sulit Jadi PNS 2026, Ini Syarat Berat yang Dibongkar BKN & DPR
Banyak pula yang mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan mengingat kerugian yang disebut mencapai miliaran rupiah.
Publik semakin geram karena kasus ini bukan hanya soal gagal layanan, tetapi menyangkut kehidupan banyak pasangan yang telah menabung bertahun-tahun demi hari bahagia mereka.
Trauma, rasa malu, hingga kerugian besar menjadi konsekuensi yang harus mereka hadapi.
Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Turap Kali Rawalumbu Abrasi
Kasus Ayu Puspita menjadi pengingat keras bagi calon pengantin agar lebih berhati-hati dalam memilih vendor pernikahan.
Terutama terhadap penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.***




