POJOKSATU.id, SIPIROK—Kisah ibu hamil Tuti Daulay ditandu selama tujuh jam atau sepanjang 30 km menuju rumah sakit di Sipirok, Ibu Kota Tapanuli Selatan (Tapsel), viral di media sosial.
Ibu hamil ini ditandu menggunakan kayu dan kain, digotong dari pagi hingga sore hari dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, menuju RSUD Sipirok.
Namun di balik kisah itu, ternyata Mantri Desa mengungkap fakta bahwa bayi itu sudah lebih dulu meninggal dalam kandungan sebelum dibawa pakai tandu.
Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing, mengaku sempat mengecek kondisi wanita hamil itu.
Baca Juga: Sprindik Baru, 30 Orang Diperiksa KPK Korupsi Jalan di Sumut Hasil OTT Madina 2025, Ini Daftarnya
Awalnya Samsul ditelpon keluarga Tuti Daulay. Samsul tidak tinggal di Dusun Aek Nabara.
Samsul lalu berangkat pada Jumat (8/5) sore dari rumahnya dengan berjalan kaki dan tiba pukul 20.00 WIB.
"Kan saya dapat telepon. Makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana. Tiba saya di sana habis salat Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amatan saya tadi, bayi yang di dalam perut itu, di kandungan ibu itu telah meninggal," kata Samsul Bahri Sihombing kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beri Waktu 6 Bulan WNI Pulangkan Harta dari Luar Negeri
Samsul lalu menyarankan agar dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Atas usulan Samsul, warga lalu berangkat pada Sabtu (9/5) pagi.
Tuti Daulay lalu digotong jalan kaki sejauh 30 kilometer atau 7 jam perjalanan menuju Dusun Hasahatan Kecamatan Sipirok, lokasi terdekat untuk mendapatkan mobil.
"Makanya saya anjurkan pada hari Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotong lah, ditandu, rame-rame,” jelasnya.
Baca Juga: Tarawih Pertama Masjid Muhammadiyah di Daerah Bencana di Garoga dan Hutagodang Tapsel
Rombongan itu tiba di rumah sakit pada Sabtu (9/5) sore dan operasi dilaksanakan keesokan harinya.
Diketahui, kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa masuk ke Desa Dalihan Natolu.
Sesampainya di RSUD Sipirok, dokter menyatakan bahwa bayi dalam kandungan Tuti sudah meninggal dunia.
Operasi dilakukan pada Minggu (10/5/2026), dan Tuti berhasil diselamatkan, namun bayinya tidak bisa diselamatkan.
Suaminya, Rinto Aritonang, mengungkapkan kesedihan mendalam atas kejadian ini.
Bupati Tapsel Menjenguk
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menjenguk Tuti Daulay di RSUD Sipirok.
Ia mengakui medan di Desa Dalihan Natolu sangat berat dan berada di kawasan hutan lindung, sehingga pembangunan jalan terkendala izin kehutanan.
Pemerintah daerah telah mengajukan program TMMD 2025 untuk membuka akses jalan dengan bantuan TNI, namun izin belum diberikan.
Selain itu, pemerintah menambah 15 pos kesehatan desa di Tapanuli Selatan, meski tetap terbatas dan harus merujuk pasien ke rumah sakit.
Diketahui, desa ini dihuni 24 kepala keluarga. Tidak ada puskesmas atau tenaga kesehatan yang berdomisili di sana.
Jalan ke sana belum pernah tersentuh pembangunan atau belum pernah diaspal. Warga sudah puluhan tahun mendambakan pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, dan penerangan listrik.
Saat ini, warga menggunakan listrik tenaga surya untuk penerangan di kampung.***




