POJOKSATU.id - Suasana hangat acara halalbihalal di Kabupaten Lebak mendadak berubah tegang setelah Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, melontarkan pernyataan yang menyinggung masa lalu Wakil Bupati Amir Hamzah.
Di hadapan para tamu undangan, Hasbi mengucapkan kalimat yang langsung memantik perhatian publik.
"Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati, bersyukur," Ucap Hasbi di depan Amir.
Ucapan tersebut sontak memicu reaksi dan menjadi perbincangan luas.
Banyak pihak menilai, forum silaturahmi seperti halalbihalal seharusnya tidak menjadi tempat untuk menyinggung hal sensitif, apalagi terkait masa lalu seseorang.
Isu ini pun cepat menyebar dan menjadi sorotan, mengingat yang disinggung merupakan rekam jejak lama, bukan kasus baru yang sedang berjalan.
Baca Juga: Text Driven Song Creation Feels Less Intimidating Now
Menanggapi polemik yang muncul, Hasbi kemudian memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan, melainkan sebagai bentuk penyampaian dengan gaya komunikasi yang menjadi ciri khasnya.
"Koreksi dulu diri sendiri Bagus jangan nyuruh PNS kerja bagus, ya beliau udah gimana kerjanya Iya kasih contoh pada kami bagaimana kerja yang baik Nggak salah, itu memang intonasi saya seperti itu."
Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus 42 Persen, Bupati Kolaka Pastikan PPPK Tetap Aman
"Tapi Pak Amir Hamzah itu pernah mendapat penghargaan kalau nggak salah dari Indoposco bahwa beliau mantan warga binaan yang menjadi Wakil Bupati, artinya itu sebuah prestasi."
"Saya menyampaikan di Lapas Klas Bitung jangan kehilangan harapan hidup karena masih banyak juga yang setelah keluar kepercayaan dirinya masih dimiliki." dikutip Pojoksatu.id pada awak media.
Menurut Hasbi, pernyataan tersebut justru ingin menunjukkan bahwa seseorang tetap bisa bangkit dan meraih posisi penting meski memiliki masa lalu yang tidak mudah.
Di tengah polemik yang berkembang, ia juga memastikan bahwa hubungan dengan Wakil Bupati tetap berjalan normal.
"Ya aman lah, gimana nggak aman" ucapnya.
Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus 42 Persen, Bupati Kolaka Pastikan PPPK Tetap Aman
Pernyataan ini kemudian memunculkan beragam reaksi publik.
Di satu sisi ada yang memahami maksud klarifikasi tersebut, namun di sisi lain tidak sedikit yang tetap mempertanyakan etika penyampaiannya di ruang publik.***




