POJOKSATU.id - Isu pemberhentian guru honorer kembali memanas dan menyulut amarah publik setelah sebuah video mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi di UPT SD Negeri 7 Bontoramba tiba-tiba diberhentikan secara sepihak oleh kepala sekolah.
Momen haru sekaligus memilukan itu sontak memantik gelombang reaksi luas, terutama karena alasan di balik pemberhentian tersebut dinilai sangat janggal.
Baca Juga: Bercanda Tapi Diseriusin, Komika Pandji Sukses Bikin Pejabat Baper, Banyak Pihak Ingin Mempidanakan
Guru honorer itu disebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dan konsisten, bahkan menjadi salah satu pengajar yang aktif dan dekat dengan para murid.
Namun, semuanya berubah ketika kabar kelulusan PPPK paruh waktu muncul.
Publik menduga bahwa posisi guru honorer tersebut sengaja dikosongkan untuk digantikan oleh seorang tenaga PPPK yang ternyata disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan kepala sekolah.
Baca Juga: Geger! Pemerintah Siapkan Beasiswa S1 untuk 150 Ribu Guru 2026, Begini Syaratnya!
Isu semakin memanas karena nama yang diduga akan mengisi posisi itu disebut sebagai adik dari kepala sekolah, yang menurut informasi beredar justru sudah lama tidak aktif mengajar.
Situasi ini membuat publik geram.
Banyak warganet mempertanyakan etika, transparansi, dan integritas proses pengangkatan PPPK di sekolah tersebut.
Baca Juga: Bercanda Tapi Diseriusin, Komika Pandji Sukses Bikin Pejabat Baper, Banyak Pihak Ingin Mempidanakan
Tuduhan nepotisme langsung mencuat dan menjadi pembahasan hangat di kolom komentar.
Banyak yang menilai bahwa tindakan seperti ini tidak hanya mencederai profesionalitas dunia pendidikan, tetapi juga merugikan para tenaga honorer yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi.
Video tersebut terus dibagikan dan mendapat ribuan komentar. Sejumlah akun bahkan menuntut agar pihak terkait turun tangan.
Mereka meminta klarifikasi resmi dan penjelasan yang dapat meredam luasnya spekulasi yang berkembang.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan apa pun dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun instansi yang berwenang.
Baca Juga: Bercanda Tapi Diseriusin, Komika Pandji Sukses Bikin Pejabat Baper, Banyak Pihak Ingin Mempidanakan
Ketiadaan klarifikasi ini justru semakin menyulut kemarahan publik. Banyak yang menilai bahwa diamnya pihak terkait seolah menguatkan dugaan yang beredar.
Warganet pun mendesak agar ada investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah keputusan pemberhentian guru honorer tersebut dilakukan sesuai prosedur atau justru sarat kepentingan tertentu.
Meski informasi yang beredar masih sebatas dari video viral dan keterangan pendukung di media sosial.
Gelombang kemarahan publik menunjukkan bahwa persoalan tenaga honorer dan dugaan praktik nepotisme masih menjadi isu sensitif dan sangat diperhatikan.
Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti sebagai viral semata, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap proses pengangkatan dan pemberhentian tenaga pendidik di sekolah negeri.***




