POJOKSATU.id - Ketegangan sempat melanda wilayah Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

setelah muncul aksi perusakan fasilitas Gereja GMIM Silo Watuliney oleh oknum tertentu pada akhir pekan 30/11/2025

Insiden ini bukan hanya memicu keresahan jemaat, tetapi juga membuat hubungan dua desa bertetangga Watuliney dan Molompar  memanas hingga nyaris terjadi bentrokan terbuka.

Baca Juga: Ketangguhan Bangsa Palestina Lewat Panggung Seni di Taman Ismail Marzuki

Video aksi perusakan tersebut lebih dulu menyebar di media sosial dan dengan cepat memicu reaksi emosional warga.

Rekaman yang menunjukkan kerusakan pada salah satu fasilitas gereja ini membuat sejumlah warga Watuliney bereaksi keras.

Dalam waktu singkat, ketegangan merambat hingga ke Desa Molompar, memunculkan mobilisasi warga dari dua sisi.

Baca Juga: Kepala BNPB Menangis dan Terkejut Melihat Langsung Dampak Banjir Bandang Batangtoru Tapsel

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat.

Kapolres Minahasa Tenggara, AKBP Handoko Sanjaya, memimpin langsung upaya pengamanan di lokasi kejadian.

Polisi menempatkan personel dalam jumlah cukup untuk mencegah bentrokan fisik antarkelompok warga yang sempat saling berhadapan.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Galodo Sumbar dari BNPB, 129 Orang Meninggal, 118 Masih Hilang

Menurut keterangan yang dihimpun dari laporan Manado Post

Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kekerasan komunal.

Respons cepat aparat ini menjadi kunci meredam eskalasi yang sudah mengarah pada potensi tawuran antarwarga dua desa.

Kapolres AKBP Handoko Sanjaya juga mengimbau masyarakat dari kedua desa agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi liar yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan terhadap pelaku perusakan gereja sedang berjalan dan polisi memastikan penegakan hukum dilakukan secara transparan.

Selain pengamanan fisik di lapangan, dialog dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama juga dilakukan untuk meredam ketegangan.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Banjir Longsor Sumut dari BNPB, 217 Jiwa Meninggal Dunia, 209 Masih Hilang

Pendekatan persuasif ini penting untuk memastikan situasi benar-benar stabil dan tidak memicu konflik lanjutan di kemudian hari.

Sejumlah tokoh publik Sulawesi Utara turut angkat suara.

Legislator dan tokoh daerah seperti Billy Lombok serta Raski Mokodompit meminta agar aparat bergerak cepat mengungkap identitas dan motif pelaku perusakan.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Banjir Longsor Sumut dari BNPB, 217 Jiwa Meninggal Dunia, 209 Masih Hilang

Mereka menegaskan bahwa tindakan kriminal semacam ini tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi isu SARA yang bisa mengganggu stabilitas daerah.

Para tokoh juga mengimbau warga untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwajib.

Hingga kini, situasi di Desa Watuliney dan Molompar dilaporkan mulai kondusif meskipun aparat kepolisian masih disiagakan di beberapa titik rawan.

Baca Juga: Ketangguhan Bangsa Palestina Lewat Panggung Seni di Taman Ismail Marzuki

Kehadiran polisi menjaga agar tidak ada provokasi susulan, terutama setelah video insiden terus beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Meski ketegangan sudah mereda, warga berharap agar proses penyelidikan dapat memberikan kejelasan.

Identifikasi pelaku, motif, dan kronologi detail masih menjadi fokus penantian masyarakat. Jemaat GMIM Silo Watuliney khususnya menunggu kepastian hukum sekaligus jaminan bahwa peristiwa semacam ini tidak terulang.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menyebarkan informasi.

Video viral memang berperan mempercepat perhatian publik, tetapi juga berpotensi memperkeruh keadaan apabila tidak disertai klarifikasi resmi.

Pemerintah setempat bersama jajaran keamanan saat ini berupaya menciptakan suasana damai antardesa.

Baca Juga: Kepala BNPB Menangis dan Terkejut Melihat Langsung Dampak Banjir Bandang Batangtoru Tapsel

Upaya pemulihan psikologis warga serta rekonsiliasi menjadi agenda penting.

Mengingat ketegangan yang terjadi bukan hanya memengaruhi keamanan, tetapi juga hubungan sosial masyarakat yang sehari-hari hidup berdampingan.

Peristiwa perusakan gereja ini menjadi pengingat bahwa tindakan intoleran sekecil apa pun dapat berimplikasi besar bagi harmoni sosial.

Dengan langkah hukum yang tegas dan pendekatan komunikasi yang baik antarwarga.

Baca Juga: Ketangguhan Bangsa Palestina Lewat Panggung Seni di Taman Ismail Marzuki

Diharapkan stabilitas di Kecamatan Belang dapat terus terjaga dalam beberapa hari ke depan.***