POJOKSATU.ID - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), Dr Ir Amal Said, akhirnya angkat bicara terkait insiden yang viral di media sosial.

Video yang beredar luas memperlihatkan dirinya meludahi seorang kasir swalayan usai ditegur terkait antrean pembayaran.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Dua Kali Gempa Pagi Hari, Agam dan Sekitarnya Diguncang Sesar Kajay–Talamau, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Aksi itu menuai kecaman publik karena dinilai tidak pantas, terlebih dilakukan oleh seorang akademisi.

Amal Said ditemui awak media pada Minggu (28/12/2025). Dalam keterangannya, ia membantah tudingan bahwa dirinya dengan sengaja menyerobot antrean.

Ia mengklaim hanya berpindah ke kasir lain yang menurutnya sedang kosong.

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya saat Berlibur di Labuan Bajo, Kapal Berisi 11 Penumpang Tenggelam, Istrinya Berhasil Selamat

“Saya luruskan, pemicunya bukan kasir, tetapi pembantu kasir. Kasirnya sendiri tidak mempersoalkan apa pun,” ujar Amal, dikutip pojoksatu.id dari beritasatu.com.

Ia menjelaskan, saat itu antrean di kasir yang dituju dinilainya tidak ada.

Pelanggan yang berada di depan juga hampir menyelesaikan transaksi, sehingga ia memutuskan berpindah tanpa maksud mendahului orang lain.

Baca Juga: Ratusan Sopir Truk Protes Kebijakan Penyeberangan Nataru di Pelabuhan Merak

“Waktu itu tidak ada antrean ke kasir tersebut. Saya pindah karena kasirnya kosong,” katanya.

Menurut Amal, situasi berubah ketika seorang staf swalayan lain mempertanyakan keputusannya tidak mengikuti antrean dari barisan sebelumnya.

Teguran itulah yang kemudian memicu ketegangan.

Baca Juga: Unggah Foto Makan Bergizi Gratis, Orang Tua Ini Berujung Dapat Intimidasi dan Anak Dikeluarkan dari PAUD

Amal mengaku merasa ditegur dengan cara yang tidak tepat sehingga emosinya tersulut. Ia menilai teguran tersebut seolah mempermalukannya di hadapan pelanggan lain.

“Saya tidak menyerobot, itu bisa dilihat di CCTV. Tapi cara menegurnya membuat saya merasa dipermainkan,” tuturnya.

Ia mengakui bahwa emosinya terpancing hingga kehilangan kendali.

Baca Juga: Alur Pengajuan KUR BRI dari Pengajuan hingga Pencairan, Ini Tahapannya

Amal pun tidak membantah perbuatannya yang meludahi kasir tersebut, meski ia menyebut tindakan itu terjadi dalam kondisi emosi yang tidak terkendali.

“Emosi saya lepas kontrol. Setelah sadar, saya menyesal dan meminta maaf atas kejadian itu,” ucapnya.

Insiden ini kini telah berlanjut ke ranah hukum. Kasus dugaan penghinaan dan tindakan tidak menyenangkan tersebut telah dilaporkan oleh pihak kasir ke Polsek Tamalanrea.

Baca Juga: Mengenal Program BPJS Kesehatan, Layanan Medis dari Faskes Pertama sampai Rumah Sakit Rujukan

Laporan resmi dibuat setelah kejadian yang berlangsung pada Rabu (24/12/2025).

Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.

Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mendalami kronologi dan mengumpulkan keterangan dari para pihak terkait.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyangkut etika di ruang publik serta tanggung jawab moral seorang pendidik.

Publik kini menantikan proses hukum dan langkah lanjutan dari institusi terkait menyikapi perilaku yang menuai kontroversi tersebut.***