POJOKSATU.id, KARAWANG - Media sosial di Karawang dihebohkan dengan aksi seorang dokter bernama Wayan yang praktek di sebuah rumah kotor dan tidak layak.
Diketahui, rumah tersebut beralamat di Kampung Pasirwaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Video kondisi rumah dokter ini viral setelah diunggah oleh seorang pengguna tiktok. Tak lama kemudian aparat desa berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membersihkan rumah itu.
Kerabat dokter Wayan, Kade Ariase menuturkan, kondisi rumah dokter Wayan yang demikian dikarenakan karena sifat dokter Wayan yang cenderung pemalu, suka menyendiri dan enggan dibantu.
Ia menjelaskan bahwa, dokter Wayan cenderung tidak suka merepotkan orang, bahkan Kade sendiri yang sangat memahami dokter Wayan, malah kaget ketika mengetahui kondisi bagian dalam rumahnya sudah kotor dan berantakan serta banyak sampah berserakan.
Dokter Wayan sendiri diketahui sudah tinggal sebatangkara selama puluhan tahun di rumah tersebut, sang dokter sempat berumah tangga, namun bercerai.
Meski kondisi rumah demikian, dokter Wayan sendiri disebut masih menerima pasien dan melakukan praktek, meski sebenarnya sang dokter sudah tidak lagi membuka jasa prakteknya.
Kade berharap, dengan viralnya peristiwa ini, masyarakat luas bisa melihat kondisi sesungguhnya, bahwa kehidupan dokter yang identik dengan kemewahan pun tak sepenuhnya benar.
Dijenguk Anggota DPR RI Dedi Mulyadi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi sempat mendatangi rumah dokter Wayan di Kampung Pasirwaru, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
"Saya tadi kebetulan baru selesai kunjungan di sekitar Klari, melihat ramainya kabar tentang dokter Wayan, saya berinisiatif kesini," ujar Kang Dedi, dikutip dari channel Youtube miliknya.
Dedi juga sempat berkeliling melihat seisi rumah, serta berbincang meminta informasi kepada beberapa warga, serta tokoh masyarakat sekitar yang kebetulan tengah mengerumuni rumah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima serta hasil penelaahannya, Kang Dedi menyimpulkan bahwa, penyebab dokter Wayan berperilaku demikian dikarenakan gangguan batin yang diterimanya.
"Sebenarnya sih, ini aspek yang bersifat personality yah, beliau seorang dokter yang mengabdi dia setiap hari melayani pasien dengan biaya yang sangat rendah, kemudian bisa meracik obat sendiri. Artinya memang beliau adalah sosok yang cukup penting bagi peningkatan kesehatan warga yang ada di sini," katanya.
Menurut Kang Dedi mengenai penyebab perilaku aneh dokter Wayan tersebut, hal itu juga berpengaruh pada daerah asal dokter Wayan itu sendiri.
"Karena dia orang Bali, aspek estetikanya sangat kuat, menanam pohon rumahnya rindang, dan orangnya sangat baik, dia juga penyayang banget. Dia menyayangi anjing peliharaannya, menyayangi elang peliharaannya, menyayangi ikan peliharaannya. Artinya dia adalah orang yang sangat care terhadap lingkungan terhadap alam," tuturnya.
Namun, kata Kang Dedi, berdasarkan hasil pembicaraan dirinya dengan saudaranya (kerabat dengan), dengan temannya, sang dokter diduga mengalami kekecewaan personal.
"Berdasarkan pembicaraan tadi dengan saudaranya, dengan temannya, dia mungkin mengalami kekecewaan personal, yaitu persoalan hati. Dia adalah seseorang yang sangat setia pada pasangannya, karena dia sangat setia pada pasangannya, ketika pasangannya mengecewakan berdampak pada psikologi yang dimiliki sehingga diekspresikan dalam kegiatan yang lain," papar Kang Dedi.
Kekecewaan yang diekspresikan tersebut berbuah menjadi rumah yang kotor tak terurus, serta menakutkan karena kondisinya sudah tak terawat dipenuhi pohon rindang.
"Diekspresikan dengan sampah tidak dibuang, sampah dia gantung dia bikin aksesoris dalam lingkungan rumahnya. Bisa jadi dalam pandangan hati yang dimilikinya itu adalah keindahan, cuma sudut pandang kita menjadi berbeda," terangnya.
Kang Dedi menuturkan, dirinya berencana akan menemui langsung dokter Wayan, dan berencana membuat rumahnya kembali layak huni. Karena banyak masyarakat sekitar yang membutuhkan dokter Wayan.
Pernyataan itu juga senada dengan pengakuan Amin, aparat Desa setempat yang secara singkat mengetahui historis kehidupan dokter Wayan selama datang dan menetap di Kampung Pasirwaru sejak tahun 1999 silam.
Mengenai latar belakang dokter Wayan sendiri diceritakan Amin bahwa, sebelumnya sang dokter sudah dua kali berumah tangga. Namun, kedua hubungan itu harus kandas di tengah jalan.
"Setahu saya 2 kali punya istri, tapi dua-dunya gagal lah yah. Kalau istri pertama masih orang kesehatan dulu bidan, tapi sekarang kepala Puskesmas di kecamatan Klari sini," ungkapnya.
Usai bercerai dengan istri pertamanya, yang kini menjabat sebagai kepala Puskesmas, dokter Wayan lalu mencoba kembali membangun rumah tangga dengan perempuan asal Cikampek, namun harus berakhir dengan perceraian.
"Selang berapa tahun, dokter Wayan menikah lagi dengan orang Cikampek, tapi kembali cerai, setahu saya di istri yang kedua itu dokter Wayan punya satu anak, tapi anaknya juga ikut dengan istrinya," ungkapnya.
Kendati demikian, Amin tak mengetahui lebih dalam soal sifat dokter Wayan, sebab dokter Wayan cenderung bersikap tertutup dan selalu menolak jika ditawari sesuatu atau bantuan dari orang lain. (Ega Nugraha/Pojoksatu)




